Mirisnya Penyewa Gedung Goldenhands Malah melaporkan Pengeroyokan Terhadap Dirinya.

Redaksi

Fokusindonesia.com, Jakarta - Kami dari kantor Biro Hukum Forum Betawi Rempug (FBR) dan tadi saya diperiksa oleh penyidik Polres Jakarta Utara terkait tindak lanjut dengan dugaan tindak pidana pengeroyokan , penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan," Ujar Onggowijaya S.H M.H ditemui awak media.

"Jadi awal mulanya kasus ini pada tanggal 9 juli 2020, dari Biro FBR menyewa gedung dari si pemilik yang sah tapi ternyata pada saat disana masih ada penyewa gedung yang lama yang masih menempati gedung tersebut.

Sebenarnya dia sudah tidak mempunyai hak lagi karena dia sudah tidak lagi membayar sewa gedung ke si pemilik yang sah, nah disitu ada perjanjian antara pemilik gedung dan si penyewa gedung yang lama menyatakan bahwa kalau si penyewa yang lama itu sudah tidak membayar uang sewa, maka penyewa lama memberikan kuasa kepada pemilik untuk mengosongkan dan membatalkan sewa tersebut.

"Atas dasar itu lah si pemilik menyewakan gedung itu kepada kami, tujuan kami menyewa gedung itu bertujuan untuk kegiatan-kegiatan organisasi masyarakat yang tentunya untuk digunakan ke arah yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. Pada saat kami datang kesana si penyewa lama keluar dengan secara baik tanpa ada gangguan apapun, tetapi pas malam hari dia melaporkan kami ke Polsek Penjaringan dengan dugaan adanya pengeroyokan,” Lanjut Onggowijaya.

Dan laporan pengeroyokan yang dilapor kan oleh si penyewa lama ini sudah diproses di Polres Jakarta Utara, saya pun hari ini di periksa dan diminta keterangan nya menjadi saksi untuk menerangkan apa yang terajdi pada saat tanggal 9 juli 2020 lalu di gedung itu. dan saya sudah sampaikan dengan baik kepada penyidik sesuai hak dan kewenangan kami sebagai Advokat (Biro Hukum FBR).

"Menurut kami sangat tidak adil karena ketika seseorang sudah tidak punya hak nya lagi, masih mau menempati bangunan secara melawan hukum, bahkan Kapolsek, Wakapolsek dan Satreskrim nya pun melihat bahwa penyewa lama yang bernama Awi ini dalam keadaan sehat wal’afiat dan tidak ada kurang satu apapun, kalau memang ada dugaan pengeroyokan, dugaan penganiayaan atau ada dugaan perbuatan tidak menyenangkan seharusnya pada saat itu langsung dilakukan penangkapan untuk di proses secara hukum.

Disini saya selaku Kuasa Hukum dari beberapa klien saya yang diantara nya ada si pemilik gedung, Ketua Korwil FBR Jakarta barat dan ada beberapa saksi lainnya yang diperiksa oleh penyidik, dan penyidik dalam hal ini pun sangat profesional dalam melaksanakan tugasnya dan dapat menerima hal-hal yang telah kami sampaikan tadi.

Padahal pada saat kami datang sekitar jam 5 sore itu Kapolsek Penjaringan Kompol Adriyansyah itu juga datang bersama jajaran dan timnya, bahkan si penyewa lama sudah duduk dengan baik dan dalam keadaan sehat walafiat, Bahkan dengan bersama-sama Polsek Penjaringan masuk lagi kedalam gedung, karena didalam gedung tersebut di duga ada temuan penyalah gunaan Narkoba.

“Namun terkait dengan adanya dugaan temuan penyalahgunaan Narkoba itu adalah kewenangan aparat kepolisian. Yang terpenting bagi kami ketika kami sudah menyewa dan membayar gedung tersebut tentunya kami ingin mendapat hak untuk menggunakan bangunan tersebut untuk bisa digunakan.

Sejauh ini kami belum tahu bagaimana penanganan kasus narkoba awi, namun berdasarkan informasi yang kami terima, kami mendengar bahwa si penyewa lama ini sudah pernah di tes urin dan di rehab di BNN tetapi apakah hal itu benar atau tidaknya kami akan dalami lebih lanjut dana akan. Kami cek langsung kepada Polsek Penjaringan.

Sebetulnya masalah ini sangat sederhana, ini hanya masalah hak sewa menyewa saja dan sangat kami sayangkan penyewa lama ini tidak melaksanakan kewajibannya, tetapi dia malah berusaha melaporkan orang-orang yang memiliki hak atas bangunan untuk menyewa tersebut.

Karena kami menyewa dan kami sudah melakukan pembayaran kepada si pemilik, jadi selama Awi si penyewa lama ini menempati gedung tersebut ia mengoperasikan tempat hiburan malam pada saat PSBB padahal sejak bulan maret 2020 itu ijin oprasional Goldenhands ini sudah di cabut oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta tetapi kenapa masih tetap bejalan dan didalam gedung itu bahkan kami temukan dua oknum yang diduga anggota kepolisian.

“Itu yang akan kami laporkan ke Propam Mabes Polri dalam waktu dekat, kami mempunya data dan bukti yang kuat, Atas perintah Pimpinan Ormas FBR kami akan segera membuat laporan. Bahkan pada saat diluar ada dua oknum yang saya tanya apakah anda anggota kepolisian dan mereka menjawab iya, mereka memakai pakaian kaos merah dan ada foto dua oknum tersebut yang telah kami berikan ke penyidik. Tutur Onggowijaya.(Red)

Top