AMSTRONG SEMBIRING,SH,MH Ungkap Bukti Telak, Sofyan Djalil Tak Berkutik Di Hadapan Majelis Hakim

Redaksi


Fokusindonesia.com,Jakarta, 8 Juni 2021, Hari ini Kuasa Hukum JJ. Amstrong Sembiring yang merupakan dari klien Soerjani Sutanto menghadirkan bukti - bukti tertulis .

Dalam persidangan sebelumnya tanggal 25, Mei 2021 yang lalu , pihak Majelis Hakim melakukan putusan sela dengan membacakan bukti serta hasil eksepsi Menteri ATR / BPN Sofyan Djalil dalam kasus gugatan perkara permohonan pembatalan sertifikat nomor 1152 atas nama Soeprapti yang dilakukan di ruang 5 , Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pada Kesempatan tersebut ketua Majelis Hakim Siti Hamidah menolak semua bukti dan eksepsi Meteri ATR / BPN Sofyan Djalil dalam kasus gugatan perkara permohonan pembatalan sertifikat 1152 atas nama Soeprapti.

Dengan menyimak dan mendengarkan Hasil putusan yang disampaikan ketua Majelis Hakim maka kuasa hukum dari pihak penggugat Soeprapti Bapak JJ Amstrong Sembiring menyampaikan kepada rekan media seusai persidangan bahwa beliau sangat bersyukur dan berterima kasih kepada ketua majelis hakim yang telah benar - benar memutuskan sesuai dengan membacakan hasil penolakan semua bukti dan Eksepsi Menteri ATR / BPN.

Bahkan beliau mengatakan hasil penolakan dari Majelis Hakim suatu bukti nyata bahwa Menteri Sofyan Djalil tidak dapat berkutik atas kinerja anak buahnya yaitu para Dirjen - Dirjen dilembaga yang dipimpinnya dalam penyelesaian Masalah Agraria , Pemanfaatan Ruang Dan Tanah RB Agus Widiyanto.

Maka Menindak Lanjuti persidangan sebelumnya tepat tanggal 8 Juni 2021, bersama Kuasa Hukum Dari Pihak Penggugat yang juga mantan Capim KPK JJ.Amstrong Sembiring,SH ,MH . Menyampaikan bukti - bukti tertulis yang berjumlah 26 Barang Bukti yang dikumpulkan oleh beliau.

Adapun yang disampaikan bukti tertulis tersebut diantaranya untuk P - 1 disampaikan berkaitan anak buah dari Menteri Sofyan Djalil yaitu RB.Agus Widjayanto sebagai tergugat II dimana Bukti ini merupakan tanggapan dari Bukti awal yang didapatkan dari para tergugat serta yang mengharuskan Selaku Direktur Jenderal agraria,Pemanfaatan Ruang dan Tanah telah mengeluarkan surat...... Perihal...... Tanggapan terhadap...... PERMOHONAN PENGGUGAT.... Mengenai pembatalan.....sertifikat yang didasari pada putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia di Tingkat peninjauan kembali ( PK) Nomor. 214 PK/Pdt/2017 tertanggal 15 Juni 2017 yang telah berkekuatan hukum tetap.

Bahwa selain itu untuk membuktikan bahwa Surat tanggapan adalah urat yang tidak berdasarkan kepada perundang-undangan yang berlaku. Jadi jelas surat tanggapan yang dikeluarkan dan di tanda tangani oleh anak buah TERGUGAT II itu tidak ada fungsi dan manfaat untuk PENGGUGAT.

Sudah diserahkan pada hari Rabu tanggal 21 April 2021 dalam persidangan sebagai Bukti Tambahan untuk menanggapi Bukti Awal Para TERGUGAT yaitu TERGUGAT I, TERGUGAT ll, TERGUGAT Ill dan TERGUGAT IV.

Selanlanjutnya untuk bukti tertulis P6 diterangan bahwa Surat Keterangan Pendaftaran Tanah Hak Milik No.1152/Tebet Barat yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan pada tanggal 09 April 2019.

Untuk membuktikan bahwa Sertifikat NO 1152 tercatat atas nama Nyonua Soejani Sutanto berdasarka AKTA HIBAH No 18/2021 tanggal 09-05-2011 dibuat oleh Ny. Soehardjo Hadie Widyokusumo SH selaku PPAT.

Dan kemudian juga untuk membuktikan bahwa AKTA HIBAH yangdibuat oleh N . Soehardjo Hadie Widyokusumo SH selaku PPAT adalah berdasarkan dari 2 (dua) AKT A KUASA MUTLAK yaitu Akta Peryataan dan Kesepakatan Bersama Nomer berikut Akta Persetujuan dan Kuasa Nomor 7,8 dan 9 tertanggal 8 April 2021 yang berisikan perbuatan hukum pemindahan hak adalah bertentangan dengan pasal 39 ayat (1) huruf (d) dan huruf (g) PP No 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Bahkan bahwa kuasa hukum JJ Amstrong Sembiring juga menyampaikan dengan bukti tertulis P15 yang berisikan tentang Perjanjian Sewa Menyewa No. 33 tanggal 30 September 2016 Sebidang Tanah Hak Milik No. 11 52/TEBET BARAT yang dibuat di Notaris Trismorini Asmawel,SH Untuk membuktikan bahw akibat perbuatan Para TERGUGAT mengakibatkan PENGGUGAT mengalami kerugian karena tidak mempunyai hak selaku ahli waris sah secara proporsionaldari setiap aktivitas tanah dan bangggunan tersebut seperti sewa menyewa yang dilakukan Soerjani Sutanto sebagaimana tercantum di dalam Perjanjian Sewa Menyewa NOMOR 33 pada hari Jumat tanggal 30 September 2016 tertera sewa menyewa dilakukan dan diterima sebesar Rp. 500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah) untuk jangka waktu 2 (dua) tahun sewa menyewa 250 juta pertahun Bahwa kemudian berikutnya juga untuk membuktikan sewa menyewa tersebut sudah berlangsung daru tahun 2021 sampai dengan sekarang .

Begitupun JJ Amstrong Sembiriing juga menyampaikan bukti - bukti tertulis seperti P19 Laporan Pengaduan kepada Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN Republik Indonesia :

Surat Pengaduan Terhadap Oknum Kepala Subdirektorat Penanganan Perkara Tanah dan Ruang Wilayah ll di Kantor Kementerian ATR/BPN tangga| 13 Januari 2020

Untuk membuktikan bahwa adanya laporan terhadap anak buah TERGUGAT I yang saudari SHINTA PURWITASARI sebagai Kepala Subdirektorat Penanganan Perkara Tanah dan Ruang Wilayah II pada Direktorat Penanganan Perkara Tanah dan Ruang di Kementerian Agraria dan Tata Ruang yang nyata nyata sangat tidak professional dan ketika ditanya tanggung jawabnya selalu melempar tanggung jawab dengan menyerahkan kepada saudara MARCELLINUS WIENDARTO SH, MH. Kepala Seksi Penanganan Perkara Perdata Wilayah II Subdirektorat Penanganan Perkara Tanah dar Ruang Wilayah II pada Direktorat Penanganan Perkara Tanah dan Ruang.

P20 - Pengaduan kepada lnspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN Republik Indonesia : Surat Pengaduan Terhadap Oknum Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN tanggal 2 Januari 2020 Untuk membuktikan bahwa adanya laporan anak buah TERGUGAT I yaitu saudara MARCELLINUS WIENDARTO SH MH selaku Kepala Seksi Penanganan Perkara Perdata Wilayah ll Subdirektorat Penanganan Perkara Tanah dan Ruang Wilayah II pada Direktorat Penanganan Perkara Tanah dan Ruang, kinerjanya sangat tidak profesional dan selalu melempar tanggung jawab dengan aladan tidak jelas .Bukt P22,  Laporan Pengaduan kepada lnspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN Republik Indonesia : Surat Pengaduan Terhadap Oknum Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 2 Januari 2020

Untuk membuktikan adanya laporan pengaduan terhadapanak buah TERGUGAT IV yaitu saudara IGNATIUS ARDI SUSANTO selaku Kepala Seksi Penanganan Perkara Kantor Pertanahan Jakarta Selatan, sangat arogan dan tidak mencerminkan sebaeai pelayanan masyarakat yang baik.

P24 - Surat Pengaduan Keluhan Terhadap Kepala Seksi Penanganan dan Pengendalian Pertanahan kepada Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal April 2019

Untuk membuktikan bahwa adanya laporan pengaduan terhadap anak buah TERGUGAT lV yaitu saudara IGNATlUS ARDI SUSANTO, SH selaku Kepala Seksi Penanganan Dan Pengendalian Pertanahan yang sangat tidak profesional dan tidak punya etika sebagai Pelayan masyarakat dan ringkas kalimat perkataan saudara lgnatius Ardi Susanto SH selaku kepala seksi tersebut dapat diuraikan singkat sebagai berikut yaitu:

1. Pandangan hukum sangat sesat ia mengatakan jika adanya keputusan PK maka yang dilakai putusan Kasasi padahal putusan Kasasi Banding dan PN itu sendiri udah dibataIkan.

2.kinerjanya sama tidak professional dan ia mengatakan kepada PEMOHON bahwa BPN takut digugat, Karena Pengadilan khan tidak bisa menolak perkara.

3.Terlihat sengaja supaya tidak adanya kepastian hukum bagi PEMOHON sebagaimana ia mengatakan bahwa BPN bekerja tidak ada SPO Standar Oprasional Prosedural)

4.Sikapnya sangat arogan dan tidak punya etika sebagai pelayan masyarakat. Sebagai Kepala Seksi Penangganan Dan pengendalian Pertanahan di Kantor Pertanahan Jakarta  Selatan kinerjanya sangat merugikan bagi PEMOHON.Dan bukti yang terakhir yaitu Bukti tertulis

P26 dimana beliau menyampaikan bahwa Laporan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang melalui situs pemerintah web Lapor.go.id milik tanggal 25 November 2019 Untuk membuktikan bahwa adanya lapiran dugaan penyalahgunaan wewenang di instansi para TERGUGAT yaitu TERGUGAT I TERGUGAT II, TERGUGAT III dan TERGUGAT IV.

Maka dengan Melihat Bukti - bukti tertulis diatas dapat dilihat dari Pihak Tim Kuasa hukum Sofyan Djalil hanya terduduk tak berdaya, jika melihat Amstrong Sembiring beberkan bukti yang ada, Selanjutnya Pihak Majelis Hakim PN Jakarta Selatan meminta agar sidang dilanjutkan pada Tanggal 22 Juni 2021 yang kan datang dengan meminta agar pihak Tim Kuasa dari Sofyan Djalil untuk menghadirkan Bukti - bukti yang mereka miliki .(Red)



Top