Alumni Taplai Diharapkan Menjadi Agent Perubahan

Redaksi





Fokusindonesia.com, Jakarta - "Titel alumni tidak hanya ditinggalkan dalam disini saja, atau tertuang dalam bentuk sertifikat. Juga mengandung implikasi dan konsekuensi pada diri sendiri dan lingkungan,” kata Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo saat penutupan kegiatan Pemantapan-Nilai-Nilai Kebangsaan secara hybrid di Lemhannas RI (29/11).

Agus menekankan, bukan hanya "saya telah mengikuti Taplai", tetapi bagaimana para alumni mentransformasikan perubahan dalam sikap dan perilaku. Artinya kalau ada sikap dan gejala yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar Indonesia, alumni bisa memiliki pengetahuan dan tindakan yang tepat sesuai dengan konsesus bangsa.

Gubernur Lemhannas RI berharap, alumni bisa bertindak aktif menghadapi fenomena yang terjadi di masyarakat. "Ilmu yang didapatkan dapat memberikan pembekalan dan pecerahan, tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi masyarkat luas," kata Agus Widjojo. Transformasi ini harus masuk dan mengubah pola pikir, pola tindak, dan pola sikap mereka.

Indonesia, menurut Agus, sudah memiliki materi dan kurikulum yang baik terkait Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Masalah selanjutnya adalah metodologi pendidikan Pancasila yang tepat digunakan.

"Lembaga-lembaga sejenis, seperti Lemhannas, BPIP, dan Wantannas belum menemukan metode yang tepat. Buktinya lembaga-lembaga ini masih mempertanyakan metode yang tepat, meski materinya secara normatif sudah baik," lanjut Agus. Metodologi edukasi Pancasila yang tepat perlu disinergikan juga dengan lembaga-lembaga pemerintah dan dunia pendidikan.

Agus Widjojo berharap para peserta dapat menjadi panutan dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa di lingkungan keluarga, masyarakat, dan lingkungan kerja masing-masing.

"Saya ucapkan selamat bertugas dan selamat berjuang dengan semangat baru, semoga bapak dan ibu semakin percaya diri, terbuka, berpikir positif, inovatif, dan kreatif dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," kata Agus.

Penutupan Kegiatan Pembinaan Taplai dan ToT ini juga dihadiri oleh Sekretaris Utama Lemhannas RI, Komjen Pol Drs. Purwadi Arianto, M.Si.; Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI, Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P.; Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional, Mayjen TNI Sugeng Santoso, S.I.P.; Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan, Laksda TNI Prasetya Nugraha, S.T., M.Sc.; dan para pejabat Lemhannas RI.

Pelaksanaan Taplai Lemhannas RI telah diselenggarakan mulai tanggal 8 Juni sampai dengan 10 November 2021, dengan jumlah peserta sebanyak 400 orang yang terdiri dari Birokrat, Akademisi, Tokoh Masyarakat, dan Organisasi Profesi. Sedangkan kegiatan Pelatihan untuk Pelatih telah dilaksanakan mulai tanggal 21 Juni sampai dengan 24 November 2021, dengan jumlah peserta sebanyak 400 orang yang terdiri dari Dosen, Guru, dan Widyaiswara.

Kegiatan Taplai dan ToT tersebut mengangkat tema "Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan yang Bersumber dari Empat Konsensus Dasar Bangsa Dapat Meningkatkan Kualitas Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara".

(Red)

Top