?> KEMENDESA Gelar Expo Prukades 2017, Mempromosikan Hasil Karya Masyarakat Desa Tertinggal

KEMENDESA Gelar Expo Prukades 2017, Mempromosikan Hasil Karya Masyarakat Desa Tertinggal

Redaksi




Jakarta, FokusIndonesia.com - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KEMENDESA) menggelar Expo Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) 2017 yang di Thamrin City, Jakarta. Disela-sela expo Prukades, juga digelar talkshow yang menghadirkan pembicara kompeten di bidangya.

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KEMENDESA) menggelar Expo Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) 2017 yang berlokasi di Mezzanine Hall, Thamrin City selama 3 hari berturut-turut, mulai dari 28 hingga 30 Juli 2017. Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) merupakan salah satu dari empat program prioritas Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2017. Adapun keempat program yang dijalankan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi meliputi Prukades, Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), Embung, dan sarana olahraga desa yang tercantum dalam Instruksi Menteri (INMEN) nomor 1 tahun 2017 tentang kegiatan prioritas kementerian.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) tahun 2016, tercatat 80 kabupaten dari total 122 kabupaten di seluruh Indonesia ditetapkan sebagai daerah tertinggal. Oleh karena itu, KEMENDESA menjalankan sejumlah program yang dapat meningkatkan taraf ekonomi desa tertinggal tersebut, salah satunya Prukades. Prukades juga merupakan wujud pengembangan ekonomi kreatif yang mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki masyarakat pedesaan melalui hasil karya mereka.

Hasil karya masyarakat desa ini juga didukung oleh BUMDES. BUMDES ini merupakan wadah bagi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) dalam mengembangkan bisnis sesuai dengan keahlian yang mereka miliki. Prukades juga menjadi nilai lebih bagi para UKM dalam mengembangkan dan mempromosikan usaha mereka. Pengembangan produk Prukades tersebut dikembangkan dengan berbasis teknologi dan inovasi. Produk hasil warga desa tertinggal ini meliputi berbagai sektor seperti hortikultura, pertanian, agraria, peternakan, perikanan dan sektor lainnya. Tentunya ini tergantung dengan wilayah pedesaan tersebut.

Expo Prukades ini bertujuan untuk mempromosikan hasil kreatifitas usaha BUMDES sekaligus membuka peluang pemasaran produk unggulan masyarakat desa tertinggal secara luas baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, ajang ini dapat memberikan perlindungan terhadap hak intelektual insan kreatif Indonesia serta membuka peluang investasi usaha bagi para investor terhadap masayarakat desa tertinggal.

“Kami berharap dengan diselenggarakannya Expo Prukades 2017 ini dapat mempromosikan hasil karya masyarakat desa tertinggal dan membuka peluang inventasi dari para investor baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, Expo Prukades 2017 dapat mendorong masyarakat desa untuk mengembangkan segala potensi yang mereka miliki sehingga menghasilkan sebuah produk usaha yang juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa tertinggal tersebut,” ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.

Expo Prukades 2017 ini dimeriahkan serangkaian acara seperti pameran hasil produk dari warga desa tertinggal, produk budaya lokal, pertunjukan seni tari tradisional, talk show dan serangkaian acara menarik lainnya selama 3 hari berturut-turut. Dalam Prukades Expo kali ini dihadiri sejumlah Kepala Daerah, Kementrian, Instansi Pemerintah, BUMN, perusahaan swasta dan Perguruan Tinggi. Adapun pengisi acara talkshow dalam Prukades Expo 2017 ini diantaranya Ahmad Erani Yustika selaku Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan - Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI, Rhenald Kasali sebagai Founder Rumah Perubahan, H. Abdullah Azwar Anas menjabat sebagai Bupati Banyuwangi serta M. Yana Aditya selaku Direktur Keuangan PT. Rajawali Nusantara Indonesia.(Sum)

Top