Terobosan Metode Experiential Learning MonsoonSlM untuk Dunia Pendidikan Indonesia dan Dunia

Redaksi

- Peluncuran Robot MonsoonSlM untuk mempermudah transformasi pendidikan.
- MonsoonSIM kini telah digunakan oleh 42 institusi pendidikan di dunia dan 26.461 pembelajar yang terdaftar.
- Pengumuman SMA Bukit Sion Jakarta menggunakan MonsoonSlM.

Jakarta, Fokus Indonesia.com - MonsoonSIM hari ini mengajak dunia pendidikan di Indonesia untuk memanfaatkan terobosan metode sistem pengajaran secara pengalaman Iangsung (immersive experiential learning model) menggunakan Robot.

MonsoonSlM menambah Robot untuk melengkapi cara pengajaran secara pengalaman langsung tentang konsep dan proses bisnis bagi pembelajar dengan berbagai latar belakang, seperti siswa SD hingga mahasiswa S3 dan juga tingkat karyawan Staf hingga pimpinan organisasi atau perusahaan.

MonsoonSlM memiliki 350 konsep bisnis yang sangat lengkap, dan teroboson robot ini akan menambah nilai bagi para pembelajar untuk meningkatkan pemahaman mereka terkait bisnis.

Lima robot yang diluncurkan, yaitu Jonbot, Oxibot, Anibot, Linbot dan Polbot dimana tiap robot ir memiliki karakter yang berbeda. Jonbot memiliki kepintaran pada bagian produksi dan Iayanan pelanggan (customer service). Oxibot memiliki berbagai kemampuan dalam semua aspek bisnis Anibot memiliki kemampuan yang seimbang di berbagai aspek bisnis akan tetapi lemah di pelayanan pelanggan. Linbot memiliki kepintaran pada bagian produksi. Polbot memiliki kepintaran di bagian human capital management dan layanan pelanggan.

Abdy Taminsyah, Pendiri MonsoonSlM, mengatakan, “Para pendidik di Indonesia kini dapat memperoleh manfaat disrupsi teknologi untuk transformasi dalam bidang pendidikan melalui metode pengajaran dengan memberikan pengalaman secara langsung (immersive experiential learning method)."

MonsoonSlM digunakan oleh 42 institusi pendidikan dan 26.461 pembelajar dari seluruh dunia. Beberapa institusi pendidikan yang telah menggunakan MonsoonSlM di Indonesia, antara lain Telkom Professional Certification Center. Podomoro University, Universitas Indonesia, Indonesian Banking School. Universitas Budi Luhur. Universitas Intemasional Semen Indonesia, Politeknik App Jakana, Poiiteknik Atip Padang, Swiss German University, IT & 8 Campus, Universitas Kristen Maranatha. ESQ Business School, Universitas Serang Raya, Universitas Esa Unggul, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Pasundan Bandung, dan Universitas Hasanuddin.

Sedangkan Universitas di Singapura antara lain Temasek Polytechnic, Singapore University of Social Science, dan Lithan Academy. Untuk pengguna di Thailand antara lain King Mongkuts University of Technology Thonburi, Prince of Songkla University, Chiang Mai University, Mahanakom University of Technology, Raiamangala University of Technology, dan Kasetsart University.

Beberapa institusi pendidikan di Filipina yang telah memakai MonsoonSlM antara lain Lyceum ot the Philippines University, Mapda University, New Era University, Polytechnic University of the Philippines Santo Tomas, National University, Technological institute of the Philippines, San Bede, dan Asia Pacific College.

Di Malaysia, pemakai MonsoonSlM antara lain Universiti Teknologi Malaysia, Asia Pacific University, Universitas Pahang Malaysia, Universitas Kebangsaan Malaysia, KnowledgeCom, dan Global Knox.

Dan juga institusi di negara lain adalah Deakin University di Australia dan lntocan Training Centre di Hong Kong.

"Ketika menggunakan MonsoonSlM dalam simulasi bisnis. robot-robot ini dapat diskenariokan menjadi bagian dari tim dan juga sebagai pihak yang berlawanan dengan pembelajar. Robot-robot ini memiliki kemampuan untuk dapat menganalisa pasar, beradaptasi dan membawa transaksi bisnis untuk memaksimalkan keuntungan bagi perusahaan secara virtual,"tambah Abdy.

"Saya yakin, robot ini merupakan terobosan baru dan akan membantu metode sistem pengajaran secara pengalaman langsung. Analisa hasil simulasi dengan robot akan memudahkan pengajar

dalam memberikan arahan tentang konsep dan logika bisnis di dunia nyata. Robot dapat menggantnkan posnsn lawan secara virtual jika pembelajar belum memiliki rasa percaya diri untuk melawan pembelajar lain. Selain itu, robot dapat dijadikan mitra virtual dalam memahami konsep dan logika bisnis melalui MonsoonSlM,” jelas Abdy.

Husin Mina, Ketua Yayasan Pendidikan Bukit Sion, Jakarta mengungkapkan. "Yayasan Pendidikan Bukit Sion memiliki misi untuk selalu mencari inovasi dalam dunia pendidikan, terutama melihat tren ke depan yang akan sangat disruptif. Dan bagi kami, MonsoonSlM menambah inovasi institusi kami dengan menggunakan experiential learning. Para siswa merasakan manfaat secara nyata melalui metode experiential learning."

Seniflkat ujian berdasarkan MonsoonSlM juga telah di akui oleh SAP Southeast Asia sejak 2015 bagi seluruh perguruan tinggi di Asia Tenggara. Selain itu, MonsoonSlM juga memiliki kompetisi MoonsoonSlM tingkat intemasional yang diselenggarakan tiap tahun dan telah disponsori oleh SAP Southeast Asia sejak tahun 2015. (Sum)

Top