Peringati Hari Anak Nasional, PT KCI Ajak Anak Indonesia Asah Taktik Lewat Lomba Rubik

Redaksi



Jakarta, Fokus Indonesia.com - Dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli, PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) menyelenggarakan lomba bermain rubik di dalam rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) yang dimulai dari Stasiun Jakarta Kota dan berakhir di Stasiun Lenteng Agung Mengusung tajuk Rubik On Train,

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta pendaftaran anak-anak dengan usia 8-18 tahun dari berbagai komunitas pegiat rubik di Indonesia."ujar Manager Corporate Communication PT KCI Adli Hakim kepada awak media di hall Stasiun Jakarta Kota, Minggu (29/7/2018).

Perlombaan dibuka di Stasiun Jakarta Kota dimana seluruh peserta memasuki rangkaian KRL lalu lomba dibagi ke dalam dua babak. Babak pertama menyaring 50 peserta menjadi 10 peserta tercepat. Kemudian babak kédua akan menentukan peserta yang menjadi tiga besar sebagai juara lomba rubik. Kegiatan juga diselingi dengan mini games dan sharing taktik terbaru penyelesaian rubik oleh para professional rubik. Karena punya dimensi pendidikan kuat. Bisa ngalihin anak-anak dari gadget, bisa memberi pemahaman dasar soal matematika," tutur Adli.

Perlomba dibagi menjadi 2 ronde. Ronde pertama dipilih 10 orang tercepat, dilanjut ronde kedua dengan terpilihnya 3 orang tercepat. "Dalam kereta lombanya. Jadi nanti ada dua ronde, ronde pertama kita cari 10 orang tercepat, jadi dari 50 ke 10, setelah itu kita saring lagi jadi 3," ujar Adli.

Seluk Beluk Si Kubus
Rubik merupakan permainan jenis puzzle yang sudah ada sejak 1974, ditemukan oleh Erno Rubik, seorang profesor bidang arsitektur di Hungaria. Tidak butuh sistem yang rumit, permainan hanya bermodalkan satu buah kubus dari plastik, yang terdiri dari 27 bagian kecil yang berputar pada poros yang tak terlihat.

Setiap sisi dari kubus ini memiliki sembilan. pecahan permukaan, yang terdiri dari enam bagian yang berbeda. Aturan mainnya sederhana saja, di mana pemain harus bisa membuat setiap sisi dari kubus ini memiliki satu warna yang sama, dengan cara memutar bagian potongan kubus sedemikian rupa.

Terlepas dari bentuknya yang kecil dan sederhana, rubik menyimpan banyak manfaat bagi anak-anak
yang mungkin tidak bisa didapatkan dari permainan lainnya. Rubik, atau acapkali disebut kubus karena bentuknya, dapat menjadi metode yang ampuh untuk mengajarkan algoritma, yang merupakan fondasi bagi pemrograman komputer.

Dengan bermain rubik, anak-anak akan belajar mencari solusi setahap demi setahap. Mereka akan mendapatkan pengalaman untuk berpikir secara kritis dan akhirnya menghasilkan strategi yang fleksibel serta efektif untuk memecahkan suatu masalah.Tidak hanya itu, Patrick Bossert, yang menulis buku instruksi permainan rubik berjudul You Can Do The Cube pada tahun 1981, memberikan pandangan bahwa rubik dapat menstimulasi pemikiran logis dari anak-anak, khususnya yang mencakup formula "jika...maka". Contohnya, jika kita memutar rubik ke suatu posisi, maka warna biru akan muncul di sebelah warna hijau. Anak-anak akan banyak menemukan konsep ini dalam pelajaran matematika dan ekonomi.

Bossert juga meyakini bahwa permainan ini dapat membangun kepekaan spasial di dalam pikiran anak-anak, yakni kemampuan untuk melihat dan memahami dua atau lebih objek yang saling berhubungan satu sama lain. Pasalnya, dalam permainan rubik, anak-anak akan belajar bagaimana penempatan posisi yang tepat. (Sum)

Top
Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/public_html/fokusindonesia.com/media1_baru.php on line 487