Dirjen PAS: Perizinan Ibadah:l Napi Sudah Sesuai SOP

Redaksi

Jakarta, Fokusindonesia.com - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), Sri Puguh Budi Utami, memastikan pemberian kesempatan bagi narapidana Lembaga Pemasyarakntnn (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah di luar kamar hunian telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku dan dilukukan secara ketat. Hal ini disampaikannya menyusul pelarian 113 narapidana di lapas tersebut. Kamis (29/ l l).

"Dalam mcmbina narapidana, kami memillki penilaian terhadap perilaku narapidana sehari-hari yang diparalelkan melalui reward and punishment. selain penerapan SOP yang sangat ketat. Terlebih untuk Lapas Kelas llA Banda Aceh setelah adanya peristiwa pembakaran beberapa waktu silam. SOP telah dilakukan secara ketat.“ tegas Utumi. Jumat (30/ l l) siang.

Dikalaknn Utami, narapidana yang diberi kesempata untuk melaksanakan sholat magrib di masjid Lapas Kelas llA Banda Aceh adalah mereka yang berperilaku baik selama menjalani pidana di lapas. "Kesempatan keluar dari Rumah hunian saat memasuki waktu ibadah merupakan reward bagi mereka yang berperilaku baik.” ujar Utami.

Saat pelarian terjadi, pengamanan lapas yang dihuni 726 narapidana ini berkekuatan l4 petugas yang terdiri dari Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), kepala Seksi Keamanan dun Ketertiban, 7 Calon Pegawai Negeri Sipil. l anggota jaga, 2 staf KPLP. dan 2 Petugas Pintu Utama (P2U).

Hingga Jumat (30/11) pukul 07.17 WIB, sebanyak 26 narapidana telah tertangkap sehingga jumlah narapidana Lapas Kelas llA Banda Aceh saat ini 639 orang dengan kapasitas 800 orang.

Peristiwa bermula ketika beberapa oknum narapidana menyalahgunakan waktu sholat magrib untuk merancang pelarian dan mencoba merusak ornamesh (pagar kawat besi) yang memisahkan kamar hunian dengan kantor utama menggunakan barbel. Saat ditegur petugas, narapidana melawan yang mengakibatkan seorang petugas terluka dan Kepala KPLP terkena siraman cairan yang diduga air cabai.

Para narapidana yang berhasil melewati ornamesh merangsek menuju pintu akses PZU, namun terkunci sehingga menuju aula yang beberapa waktu lalu terbakar dan menjebol besi teralis jendela yang menghadap ke arah luar lapas.

Pihak Lapas Kelas lIA Banda Aceh langsung melakukan koordinasi dcngan pihak TNI dan kepolisian Resor Kola Banda Aceh untuk elakukan pengamanan dan pencarian narapidana yang melarikan diri Dirjenn PAS juga telah memerintahkan selurih jajaran Pemasyamkalnn untuk melakukan langkah-langkah konkret, yakni;

l. Melakukan dan meningkatkan intensitas kontrol dan inspeksi. khususnya saat jam rawan;

2. Manastiknn seluruh narapidana berada di dalam kamar dan terkunci;

3. Melakukan koordimsi dengan aparat keamannn kepolisia/TNI untuk mningkatkan intensitas kontrol titik sambang amu bantuan pengamanan;

4. Menambah kekuatan pengamanan dari unsur staf; dan

5. Melakukan deteksi dini dan pencegahan potensi gangguan keamanan dun ketertiban.

Dirjen PAS berharap masyarakat melapor kepada aparat pemerintah alau keamanan yang bertugas bila menemukan narapidana ditengah masyarakat khususnya keluarga untuk melaporkan jika ada narapidana yang kembali ke rumah atau kaluarga. "Kami harap nampidana yang masih melarikan diri agar kembali ke lapas dan menjalani sisa pidananya,"pesan Utumi. (Red)

Top
Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/public_html/fokusindonesia.com/media1_baru.php on line 487