Ilpos Selenggarakan Diskusi Melawan Maraknya Hoax dan Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2019

Redaksi



Jakarta, Fokusindonesia.com - Institute for Indonesia Local Policy Studies (ILPOS) gelar diskusi dengan tema " Menjadi Pemilih Cerdas Melawan Maraknya Hoax dan Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2019" dihadiri oleh aktivis BEM, OKP dan wartawan di rumah Makan Handayani Prima (Jl. Matraman Raya no 45, Matraman, Jakarta Pusat (10/01/19).

Diskusi itu dimoderatori oleh Direktur Eksekutif ILPOS, Rafles Hasiholan Aritonang dengan pembicara ferdinandus Setu (Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo), Kombes. Pol. Kurniadi (Kasubdit III Dittipdsiber Bareskrim Polri),KH Masdar Farid Mas’udi (Nahdlatul Ulama),Agus Sudibyo(Direktur Indonesia New media watch) dan Dodi Lapihu (Akademisi Universitas Katolik Atma Jaya).

Pemuda Muhammadiyah, KH Masdar Farid Mas’udi mengatakan dalam kontentasi politik Pemilu 2019 adalah fakta yang pasti terjadi antara hitam dan putih ,artinya siapa yang akan menang kalah, maka dalam hal pemilu mendatang saat ini sudah tampak memanas tuding menuding bahkan menyebar berita hoax pun bukan lagi dianggap melanggar aturan sebaliknya sudah di anggap persoalan biasa ,"ujarnya.

Ferdinandus Setu, Biro Humas Kemkominfo mengatakan , Hoax ini adalah merupakan kejahatan yang membawa bahaya laten di tengah ,apalagi hoax di mainkan dalam ranah politik yang akan nenuai perpecahan di antara kelompok dan golongan, dan juga hoax akan merapuhkan rasa solidaritas serta kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara ,"Makanya hoax ini harus diberantas sampai keakar akarnya," Ujar Ferdinandus.

Sementara, Dodi Lapihu Akademisi Universitas Katolik Atma Jaya menjelaskan ,momok dari penyebaran berita bohong atau hoax tak ubahnya seperti peredaran narkotik dan pornografi. 

"Bila dibiarkan berita hoax bisa membahayakan dan merugikan masyarakat. Hoax itu juga pembunuhan karakter yang berbeda dengan kritik. Kalau kritik silakan, tapi kalau hoax saya anti, karena merupakan manipulasi, kecurangan, yang dapat menjatuhkan orang lain,"tegas Dodi .

Dodi menambahkan bahwa hoax merupakan tindakan kriminal di wilayah cyber. Hoax disebut hadir dari sikap mental yang mengesampingkan integritas, terutama hoax yang muncul mengatasnamakan agama. (Sum)

Top