Pembukaan Sosialisasi dan Penyelarasan Program Rehabilitasi Narkoba dan HIV - AIDS di Instansi Polri

Redaksi


Fokusindonesia.com - Hotel Manhattan Jakarta dan dilaksanakan selama tiga hari dari 23 - 25 Oktober 2019. Acara diresmikan oleh Irjen Boy Raffi Amar selaku Waka Lemdiklat Polri.

Lemdiklat dan Pusdokkes Polri bersama Asosiasi Rehabilitasi Narkoba Indonesia (AIRI), Yayasan Sahabat Rekan Sebaya, Yayasan Karisma dan Indonesia AIDS Coallition (IAC) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyelarasan Program Rehabilitasi Narkoba dan HIV AIDS di Instansi Polri di 23 Polres seluruh Indonesia guna menyelaraskan regulasi terkait penanganan rehabilitasi narkoba dalam rangka menurunkan stigmatisasi dan diskriminasi dalam penanganan HIV AIDS di Hotel Manhattan, Jakarta, Rabu (23/10/2019)

Merujuk data BNN pada 2018, angka penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar di 13 ibukota provinsi di Indonesia mencapai angka 3,2% atau setara dengan 2,29 juta orang di kalangan pelajar dan mahasiswa. Hal itu dikatakan oleh Irjen Boy Raffi Amar, Waka Lemdiklat Polri dalam sambutannya sebelum membuka acara.

“Kerugian ekonomi maupun sosial akibat narkoba mencapai 84,7 triliun, mencakup kerugian sosial sebesar 77,4 triliun dan 7,3 triliun kerugian pribadi, bahkan Presiden juga sudah menyampaikan bahwa Indoneaia memasuki fase darurat narkoba,” kata Boy Rafli.

Sebagai tempat rujukan rehabilitasi narkoba di Instansi Polri yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Pemerintah, Unit Narkoba RS Bhayangkara Lemdiklat Polri mempunyai tugas pokok mendukung operasional kepolisian.

Salah satunya yaitu melaksanakan terapi dan rehabilitasi narkoba serta penanganan HIV AIDS untuk pengguna / penyalahgunaan narkoba agar dapat memanfaatkan penggunaan fasilitas rehabilitasi narkoba yang ada di Instansi Polri sesuai UU Narkotika dan peraturan yang berlaku, tutup Boy mengakhiri sambutannya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta Brigjen Pol Tagam Sinaga mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan dua universitas untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Dua kampus tersebut berlokasi di Jakarta Selatan, yaitu Universitas Al Azhar dan Universitas Nasional (Unas).

Kedua kampus tersebut, jelas Tagam, mewajibkan calon mahasiswanya menjalani tes urine.

"Ada dua kampus, Unas dan Al Azhar. Selain tes urine, mahasiswa barunya diwajibkan membuat SKBN (Surat Keterangan Bersih Narkoba)," ujar Tagam.

Di samping itu, Tagam mengatakan BNNP DKI juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk melakukan proses rehabilitasi.

"Untuk Dinas Kesehatan kita bekerja sama dengan 32 puskesmas yang ada di Jakarta untuk melaksanakan rehabilitasi," kata dia

"Kalau Dinas Sosial, di situ ada beberapa yayasan yang bisa menampung (pecandu narkoba)," tutupnya.

(Diana)

Top