Film BIKE BOYZ Kearifan Lokal Bandung Dengan komunitas Sepeda Motor Vespa

Redaksi




Fokusindonesia.com, Jakarta - Rumah produksi Starvision siap merilis film terbaru mereka bertajuk BIKE BOYS. Drama komedi tentang kehidupan anak vespa di Bandung ini disutradarai oleh Aris Nugraha yang sebelumnya sukses menggarap PREMAN PENSIUN.

Dari sederet pemain yang ada, tidak dilibatkan nama-nama besar yang sudah tenar. Penggunaan wajah baru sebagai aktor utama hingga para pendukung rupanya disengaja oleh Aris.

"Pemain film ini rata-rata memang nggak terkenal. Tapi yang penting adalah lokalitasnya. Film saya ini bercerita di Bandung, pengen nuansa Bandung bukan dengan aksen dibuat-buat. Karena kalau orang Sunda asli ngomong, itu udah otomatis kedengeran sebagai Sunda. Soalnya kalau saya syuting di Bandung tapi impor pemain Jakarta yang terkenal, unsur lokal nggak keluar," kata Aris di Epicentrum XXI, kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (5/11).

Chand Parwez Servia mengatakan, sejak belasan tahun lalu saya mengenal Kang Aris Nugraha yang bersahaja, dan selalu menghasilkan karya berkarakter dan dekat dengan keseharian. Konsistensinya semakin diterima baik oleh
penonton, terbukti karya film perdana yang ditulis dan disutradarainya Preman Pensiun (2019)
meraih 1.147.469 penonton.

Komunitas pecinta karya ANP (Aris Nugraha Production) selalu menanti karya terbaru dari Kang Aris. Serunya karena sama-sama orang Sunda, saya dari Tasikmalaya dan Kang Aris dari Garut, obrolan dengan bahasa ibu di antara kita gampang nyambung. Akhirnya lahir sinopsis tentang anak motor baik-baik penggemar Vespa di Bandung berjudul BIKE BOYZ, karya kolaborasi Starvision dan ANP Films.

Ada 6 karakter utama di BIKE BOYZ yang menjadikan hobby sebagai sumber nafkah mereka. Salah satu karakternya, Agus mengingatkan saya kepada sosok Si Kabayan. Bedanya kisah cinta Agus tidak semulus Si Kabayan dengan Nyi Iteung, karena ceweknya Agus, Lilis dinikahi orang lain. Skenario yang ditulis Kang Aris memang khas, diawali pencurian sepeda mahal kemudian bergulir jadi kisah cinta yang lumayan rumit, tapi disajikan ringan dan menghibur. Lilis dari Garut bertemu kembali dengan Agus di Bandung, ketika sedang mencari suaminya yang sudah 3 bulan pergi tanpa memberi kabar.

BIKE BOYZ berangkat dari true events, bercerita juga tentang aksi pencurian motor, geng motor dan
terorisme yang sel-selnya bisa merekrut orang-orang yang tidak terduga. Jalinan beberapa kisah bertaut dengan lincah saling melengkapi dan mengajak kita bertualang. Seakan BIKE BOYZ adalah petualangan kita sendiri. Bagi saya BIKE BOYZ menjadi paketan rasa dari 3 film favorit saya Si Kabayan Saba Kota (1989), The Tarix Jabrix (2008), dan Get Married (2007).

Persiapan produksi berjalan lancar, karena tim Kang Aris sangat loyal dan efektif sistem kreatifnya.
Eksekusi produksi yang nyaris 90% di outdoor, dan banyak di jalanan yang sangat sulitpun relatif berjalan lancar. Kang Aris ingin semua visual berjalan real, tidak ada jalan ditutup atau disterilkan,
harus se-natural mungkin. Butuh 26 hari syuting menuntaskan karya istimewa dan unik ini.

Ketika materi usai draft editing, saya semakin percaya diri bahwa BIKE BOYZ adalah karya yang
dibutuhkan penonton, karena identitas cerita yang dekat dan menampilkan keseharian kita secara
nyata. Proses final editing berjalan lancar, sangat menyenangkan. Banyak hal baru saya temukan, di
antaranya kecintaan masyarakat, khususnya komunitas Vespa akan kehadiran BIKE BOYZ dengan solidaritas sangat tinggi. Walaupun BIKE BOYZ bukan film untuk penggemar sepeda motor semata,
karena dramanya universal juga komedinya yang fresh. Kang Aris juga mendesain 3 lagu yang pas
mengisi momen-momen action seru dan asik.
Sesuatu yang jadi pertanyaan banyak pihak, apakah film butuh pemain yang sudah populer? Atau film
yang punya skenario dan eksekusi baik justru menciptakan pemain.

Aris Nugraha Sutradara menambahkan, Ketika saya menulis cerita BIKE BOYZ saya tidak semata-mata mengandalkan imajinasi atau mengarang bebas, beberapa cerita yang saya buat menjadi saling berhubungan berangkat dari kisah nyata yang saya dengar dalam obrolan, pergunjingan, atau curhat teman-teman, ada juga dari yang berdasarkan saya baca di media, atau siaran berita di televisi.
Tentunya tidak saya sajikan kembali secara telanjang, melainkan direkayasa sebagai jalan hidup tokoh-tokoh yang saya ciptakan, ini adalah hal yang sama saya lakukan ketika menulis cerita dan skenario, mulai dari serial televisi Bajaj Bajuri sampai serial televisi dan film Preman Pensiun. Sehingga menjadi tontonan yang dekat dengan penontonnya. Saya berharap BIKE BOYZ juga bisa menjadi tontonan yang menghibur tentang realita yang ada di sekitar kita. BIKE BOYZ

Sinopsis
Ketika Agus hendak membantu Lilis mencari suaminya yang sudah 3 bulan tidak pulang dan tidak
berkabar, Vespa Agus hilang diambil orang. Bersama teman-temannya sesama anak Vespa, Agus keliling Bandung mencari Vespa miliknya dan juga suami Lilis, kemudian tanpa sengaja masuk ke dalam kasus yang melibatkan komplotan pencuri, geng motor sampai teroris dan polisi. Penasaran?

Saksikan Film BIKE BOYZ di seluruh bioskop mulai 14 November 2019.

(Sumiyati)

Top