Capaian PT KCI Sepanjang Tahun 2019

Redaksi

Fokusindonesia.com, Jakarta, Sepanjang tahun 2019, PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) telah melakukan berbagai macam inovasi serta modernisasi layanan KRL Commuter Line. Inovasi dan modernisasi ini tentunya berawal dari semakin bertambahnya kebutuhan pengguna jasa KRL. Inovasi dan modernisasi tersebut berfokus pada upaya perbaikan fasilitas pelayanan.

Sejumlah inovasi yang dilakukan PT KCI sepanjang tahun 2019 antara lain pemberlakuan 5 stasiun khusus pengguna Kartu Multi Trip (KMT) di Stasiun Sudirman, Stasiun Cikini, Stasiun Palmerah, Stasiun Universitas Indonesia, dan Stasiun Taman Kota. Melalui kebijakan ini tercatat penjualan KMT tahun 2019 mencapai 751.122 kartu atau tumbuh 86% dibanding tahun 2018. Kebijakan ini juga semakin mendorong para pengguna KRL untuk beralih ke transaksi non-tunai dengan menggunakan KMT.

KCI juga mengajak para penggunanya lebih peduli pada pelestarian lingkungan dan masalah perubahan iklim dengan menghadirkan Stasiun Ramah Lingkungan di Stasiun Sudirman, Stasiun Klender, dan Stasiun Jurangmangu. Stasiun Ramah Lingkungan telah mengikuti berbagai Standar Pelayanan Masyakarat – Fasilitias Publik (SPM – FP) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ketiga stasiun tersebut merupakan fasilitas publik pertama dalam sektor transportasi di Indonesia yang menerapkan standar tersebut.

Di tiga stasiun tersebut KCI menyediakan teknologi dan fasilitas layanan penumpang dengan konsep ramah lingkungan, antara lain tempat isi ulang baterai telepon seluler dengan sumber listrik dari panel sel surya, pengelolaan sampah dengan pemisahan jenis sampah dan dilengkapi rumah sampah, serta taman di sejumlah titik di stasiun. Tersedia juga biopori dan fasilitas layanan yang konsumsi energi maupun jejak karbonnya lebih rendah antara lain pengering tangan, keran air, dan lampu.

Inovasi lainnya yaitu melalui layanan pin ibu hamil khusus bagi para ibu pengguna jasa KRL yang sedang hamil. Pin ini dapat digunakan oleh ibu selama dalam masa kehamilan sebagai pengguna Commuter Line dengan terlebih dahulu mendaftar secara daring atau mendaftar di stasiun yang ditunjuk seperti Stasiun Bekasi, Stasiun Juanda, Stasiun Sudirman, Stasiun Bogor, Stasiun Tanah Abang, dan Stasiun Duri. Hingga Desember 2019, sudah ada 4.850 pin yang disebar ke seluruh ibu hamil pengguna jasa KRL.

Disamping itu PT KCI terus berusaha meningkatkan aksesibilitas layanan bagi para pengguna dengan disabilitas. Peningkatan pelayanan tersebut dengan memperkenalkan Ruang Pelayanan Disabilitas yang terletak di Stasiun Juanda. Selain itu bagi para pengguna dengan disabilitas juga dapat memanfaatkan layanan khusus disabilitas di nomor 081296605747 yang dapat dihubungi melalui telepon, SMS, dan layanan whatsapp.

“Pada tahun 2019, PT KCI juga melakukan penataan hall stasiun guna melayani pengguna yang semakin meningkat, diantaranya di Stasiun Rangkasbitung dan Stasiun Duren Kalibata. Sementara itu untuk renovasi toilet juga dilakukan di Stasiun Ancol, Stasiun Bojong Gede, Stasiun Pesing, dan Stasiun Batu Ceper. Kami juga terus melanjutkan pembangunan tiga underpass untuk meningkatkan keselamatan pengguna jasa KRL yaitu di Stasiun Depok, Stasiun Pasar Minggu, dan Stasiun Duren Kalibata,” jelas Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti.

Selain itu, sebagai upaya untuk meningkatkan literasi dan minat baca bagi para pengguna jasa KRL, PT KCI menyediakan pojok baca di 11 stasiun yaitu di Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Juanda, Stasiun Gondangdia, Stasiun Cikini, Stasiun Cakung, Stasiun Cikarang, Stasiun Universitas Indonesia, Stasiun Bogor, Stasiun Duri, Stasiun Palmerah, dan Stasiun Jurangmangu. Melalui kehadiran pojok baca ini, pengguna KRL akan dapat memanfaatkan waktu selama di perjalanan dengan membangun kebiasaan positif yaitu membaca.

Kinerja Angkutan Penumpang
Di tahun 2019, PT KCI mencatat ada 336.162.186 pengguna KRL yang berhasil dilayani di 80 stasiun. Sementara itu lima stasiun tersibuk selama tahun 2019 adalah Stasiun Bogor yang melayani 17.301.248 pengguna, Stasiun Tanah Abang melayani 15.022.741 pengguna, Stasiun Bekasi melayani 14.878.047 pengguna, Stasiun Bojong Gede melayani 12.468.094 pengguna, dan Stasiun Citayam melayani 12.415.960 pengguna. “Kami menargetkan dapat melayani 352.959.922 pengguna di tahun 2020 ini,” jelas Wiwik.

“Selama tahun 2019 jika dibagi berdasarkan volume penumpang per lintas, volume penumpang lintas Bogor/Depok-Jakarta Kota pp masih di urutan teratas dengan 125.595.282 pengguna disusul lintas Bogor/Depok-Jatinegara pp sebanyak 73.848.157 pengguna, lintas Rangkasbitung/Maja-Tanah Abang pp sebanyak 54.774.242 pengguna, lintas Cikarang/Bekasi-Jakarta Kota pp sebanyak 53.673.499 pengguna, dan lintas Tangerang-Duri pp sebanyak 28.230.427 pengguna,” ungkap Wiwik.

Pada 1 Desember 2019 lalu diberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) tahun 2019. Pemberlakuan Gapeka 2019 ini untuk mengakomodir kebutuhan pengguna jasa KRL yang semakin meningkat. Pada realisasi Gapeka 2017 sebelumnya PT KCI mengoperasikan sebanyak 84 loop dengan 958 perjalanan. Sementara itu akan ada penambahan jumlah perjalanan KRL di Gapeka 2019 hingga akhir tahun 2020 nanti PT KCI akan mengoperasikan sebanyak 90 loop dengan 1.057 perjalanan.

Untuk menunjang hal tersebut, sepanjang tahun 2019 PT KCI telah mendatangkan 168 unit kereta sehingga saat ini telah ada 1.100 unit kereta yang beroperasi di wilayah Jabodetabek. Tahun 2020 PT KCI memprogramkan kembali untuk mendatangkan 120 unit kereta sehingga stamformasi dengan 10 dan 12 kereta akan semakin banyak.

Modernisasi Layanan Transaksi
Untuk terus bersinergi meningkatkan kualitas pelayanan ke masyarakat, KCI tengah mengembangkan layanan transaksi menggunakan kode QR sebagai tiket Commuter Line. Pada masa yang akan datang, para pengguna KRL hanya perlu melakukan scan barcode tiket di gate in stasiun keberangkatan dan kembali melakukan hal yang sama saat tiba di gate out stasiun tujuan.

Bagi para pemilik KMT di tahun 2020 akan mendapatkan berbagai macam keuntungan. Pada 14 November 2019 lalu, Bank Indonesia telah mengeluarkan izin untuk PT KCI sebagai penerbit uang elektronik berbasis chip. “Dengan izin dari BI ini, PT KCI sebagai penerbit KMT dapat melakukan ekspansi guna menjadikan KMT sebagai alat pembayaran di transportasi publik lain, alat pembayaran di berbagai merchant yang bekerja sama, hingga kemudahan melakukan isi ulang selain di stasiun,” tutup Wiwik.(Sum)

Top