Nasional
2.293 Siswa SD Dilibatkan, Riset Atma Jaya dan SiDU Ungkap 81 Persen Alami Peningkatan Literasi lewat Tulisan Tangan
Fokusindonesia.com, Jakarta — Kebiasaan menulis tangan kembali terbukti memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa sekolah dasar. Riset bersama yang dilakukan oleh Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, SiDU (Sinar Dunia), dan Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) menemukan bahwa 81 persen siswa SD mengalami peningkatan kemampuan literasi setelah mengikuti kegiatan menulis tangan menggunakan modul Akademi Ayo Menulis SiDU.
Penelitian berjudul “Pengaruh Aktivitas Menulis di atas Kertas terhadap Kemampuan Literasi Peserta Didik Sekolah Dasar” itu melibatkan 2.293 siswa kelas 4 dan 5 dari sejumlah sekolah di Jakarta dan sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas menulis tangan tidak hanya mengasah keterampilan motorik halus, tetapi juga memperkuat proses berpikir, konsentrasi, dan pemahaman anak terhadap materi pelajaran.

Ketua Tim Peneliti Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Dr. Murniati Agustian, M.Pd., menjelaskan bahwa kebiasaan menulis tangan perlu dipertahankan di sekolah dasar karena berperan dalam membentuk pola pikir dan kreativitas siswa. “Hasil penelitian ini menjadi pengingat bagi para pendidik agar keterampilan dasar seperti menulis tangan tidak tergantikan oleh teknologi,” ujarnya.
Dari pihak industri, Head of Marketing Domestic Business Unit Stationery APP Group, Arif Darmawan, menuturkan bahwa riset ini sejalan dengan komitmen SiDU dalam mendukung peningkatan literasi anak-anak Indonesia. “Menulis tangan memiliki manfaat besar bagi perkembangan kognitif dan bahasa anak. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memperkuat kesadaran akan pentingnya kegiatan menulis di sekolah,” katanya.
Pemerintah juga menyambut baik hasil riset tersebut. Muhammad Noor Ginanjar Jaelani, S.Pd., dari Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen, menilai keterampilan menulis tangan masih menjadi fondasi utama dalam proses belajar. Ia mengatakan kegiatan tersebut dapat membantu anak-anak melatih daya ingat, ketelitian, dan konsentrasi.
Hal senada diungkapkan oleh Dr. Astin Julaikhan, M.Pd., dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan baru bagi sekolah untuk menguatkan budaya literasi. “Literasi bukan hanya kemampuan membaca, tetapi juga menulis tangan sebagai sarana berpikir dan mengekspresikan ide,” ujarnya.
Riset ini merupakan bagian dari program Ayo Menulis bersama SiDU yang telah dijalankan sejak 2017. Program tersebut mencakup berbagai kegiatan seperti pelatihan, lomba menulis, dan penyediaan modul pembelajaran yang membantu guru serta siswa membangun kebiasaan menulis tangan secara konsisten.
Keterlibatan Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) dalam riset ini memperkuat upaya penyebaran literasi melalui konten ramah anak yang menginspirasi minat membaca dan menulis.
Hasil riset ini diharapkan menjadi rujukan bagi dunia pendidikan Indonesia untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan keterampilan dasar yang membentuk pola pikir kritis. Menulis tangan di atas kertas tetap menjadi bagian penting dari proses belajar yang bermakna.

