Bisnis
D-8 Halal Expo Indonesia 2026, Jurus Indonesia Kuasai Pasar Halal Dunia
Fokusindonesia.com, Jakarta – Indonesia menegaskan langkah strategisnya dalam memperkuat posisi di pasar halal global melalui penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia 2026, sebuah ajang berskala internasional yang diproyeksikan menjadi pengungkit utama kolaborasi ekonomi halal antarnegara berkembang. Expo ini resmi diluncurkan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/1).
D-8 Halal Expo Indonesia 2026 akan diselenggarakan pada April 2026 di Senayan Tennis Indoor, Jakarta, dan menjadi side event resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 2026. Penyelenggaraan ini sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia sebagai Ketua D-8 dalam mendorong kerja sama ekonomi halal yang konkret dan berkelanjutan.
Peluncuran expo dihadiri oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri RI, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), pelaku usaha, serta pemangku kepentingan ekonomi halal nasional dan internasional. Momentum ini menandai transformasi Halal Expo Indonesia dari pameran berskala nasional menjadi platform kolaborasi ekonomi halal internasional di bawah kerangka kerja sama Developing-8 (D-8).
Direktur Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis Kementerian Luar Negeri RI, Ary Aprianto, yang hadir mewakili Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Dubes Tri Tharyat, menegaskan bahwa D-8 Halal Expo Indonesia 2026 tidak hanya diposisikan sebagai pameran dagang, melainkan sebagai katalis diplomasi ekonomi.
“Expo ini menjadi titik awal kolaborasi strategis antarnegara anggota D-8 untuk memperkuat posisi ekonomi halal di tingkat global, sekaligus mengangkat kesejahteraan pelaku usaha dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi halal,” ujar Ary.
Ia menambahkan, kerja sama ekonomi halal dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat integrasi perdagangan intra-D-8 serta membuka akses pasar baru di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Dari sisi penguatan ekosistem syariah nasional, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS Putu Rahwidiyasa menyampaikan bahwa penyelenggaraan expo ini sejalan dengan arahan Presiden RI yang juga menjabat sebagai Ketua KNEKS. Dalam KTT D-8 di Mesir, Presiden menekankan pentingnya penguatan jaringan ekonomi halal antarnegara anggota guna membangun rantai nilai halal yang terintegrasi.
“D-8 Halal Expo Indonesia 2026 menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk memfasilitasi pelaku usaha membangun jaringan ekonomi halal global, menarik investasi langsung, serta memperkuat rantai nilai halal nasional,” jelas Putu.
Dukungan kuat juga datang dari dunia usaha. Ketua Komite Tetap ICCD dan D-8 KADIN, Mohamad Bawazeer, menilai expo ini sebagai peluang strategis bagi pengusaha Indonesia dan kawasan untuk memperluas kemitraan bisnis.
“Bagi pengusaha Indonesia, ini adalah pintu gerbang menuju pasar D-8 yang luas. Sementara bagi pengusaha negara anggota lainnya, expo ini menjadi kesempatan untuk bermitra dengan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan produk halal dunia melalui kolaborasi business to business,” tegasnya.
D-8 Halal Expo Indonesia 2026 akan melibatkan berbagai sektor strategis, mulai dari industri pangan halal, kosmetik, farmasi, manufaktur, teknologi digital, logistik, keuangan syariah, hingga pariwisata ramah Muslim. Kehadiran paviliun negara dan lembaga perdagangan internasional diharapkan memperkuat fungsi expo sebagai hub dialog dan transaksi ekonomi halal global.
Melalui pendekatan business matching yang terkurasi, expo ini menargetkan capaian konkret berupa Letter of Intent (LoI), Memorandum of Understanding (MoU), serta potensi nilai perdagangan dan investasi yang terukur. Dengan demikian, D-8 Halal Expo Indonesia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi perekonomian negara-negara anggota.

