Connect with us

Hiburan

Duo Anggrek Bangga Lagu Cikini Gondangdia Goyang Gala Dinner KTT ke-43 ASEAN

Published

on

Fokusindonesia.com, Jakarta – Membanggakan, single “Cikini Gondangdia” menjadi salah satu lagu pilihan yang dinyanyikan dalam acara “Gala Dinner KTT ke-43 ASEAN” di kawasan hutan kota Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (6/9/2023) malam. Hal tersebut tentu saja membuat penyanyi lagu tersebut Duo Anggrek mengaku bangga.

Lagu viral milik Duo Anggrek itu dinyanyikan oleh Aurelie Moeremans. Penampilan Aurelie dengan lagu “Cikini Gondangdia” membuat tamu undangan dari kalangan menteri Kabinet Indonesia Maju dan sejumlah pimpinan negara ASEAN ikut bergoyang di depan panggung.

Aurelie tampil percaya diri bergoyang mengikuti irama dangdut “Cikini Gondangdia” yang dimedley dengan lagu “No Comment”. Penyanyi berusia 30 tahun itu terlihat cantik dalam balutan one set blazer dan celana warna gold, ditambah hiasan kain berwarna ungu di bagian dadanya hingga menjuntai ke kaki.

Penampilan dari Aurelie pun mendapat perhatian dari Putri Duo Anggrek dengan mengometari salah satu akun Instagram yang memensionnya kegiatan tersebut.

“ Masya Allah, alhamdulillah bangga banget Lagu “Cikini Gondangdia” dinyanyikan dalam acara Gala Dinner KTT Asean, walau bukan Duo Anggrek yang mengisi acara tersebut tapi penampilan dari Aurelie Moeremans sangat memukau dan membuat semua tampil bergoyang. Terimakasih semuanya. Semoga Duo Anggrek sukses terus dan bisa menghibur seluruh masyarakat Indonesia, sukses juga buat NAGASWARA, “ucap Putri, bersyukur bahagia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Devay Duo Anggrek bahwa diapun sangat senang lagu Cikini Gondangdia dinyanyikan untuk menghibur acara “Gala Dinner KTT ke-43 ASEAN. “Masyaallah Tabararaqallah, “ujar Devay, menambahkan.

Acara gala dinner itu diawali dengan sajian menu bernuansa Nusantara The Forest dengan diiringi lantunan lagu dari alat musik petik Sasando khas Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam pidato singkatnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai tuan rumah menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus meminta para tamu untuk menikmati hidangan makan malam dan hiburan dari seniman dan musisi Indonesia.

“Selamat malam, selamat datang di Gala Dinner KTT ke-43 ASEAN. Saya tahu ini hari yang panjang, kita mengadakan pertemuan KTT hari ini. Tapi sekarang mari kita nikmati malam ini dan rayakan kebersamaan kita malam ini,” ucap Presiden Jokowi dalam bahasa Inggris.

Selain Aurelie Moeremans, tampil juga sejumlah penyanyi lain seperti Afghan, Dira Sugandi, Andien, Yura Yunita, rapper Saykoji, Rinni Wulandari, grup musik asal Papua Shine of Black dan Silet Open Up. Gala dinner yang berdurasi sekitar 2 jam sejak pukul 20.00 Wib itu ditutup dengan sajian kembang api.

Gala dinner merupakan rangkaian KTT ke-43 ASEAN di Jakarta. Ada 22 pimpinan negara yang hadir terdiri dari 11 negara ASEAN dan 9 negara mitra yang diundang. (Sum)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Film

Film Horor “Temurun” Membawa Kesadisan Penuh Darah dalam Bencana Keluarga

Published

on

By

Film horor “Temurun” tayang di bioskop 30 Mei 2024. Digarap oleh para talenta muda berbakat Indonesia yang membawa kesegaran baru di genre horor.

Fokusindonesia.com,Jakarta, 27 Mei 2024 — Film horor “Temurun” persembahan Sinemaku Pictures yang bekerja sama dengan Legacy Pictures yang sebelumnya sudah merilis official teaser dan trailer, akhirnya akan tayang di jaringan bioskop pada 30 Mei 2024. Disutradarai perempuan muda Inarah Syarafina, film horor “Temurun” menyajikan film horor dengan penuh dengan drama, misteri, dan rahasia berdarah yang membawa bencana dalam kebahagiaan sebuah keluarga pengusaha daging. Film horor “Temurun” digarap dengan pendekatan dan drama cerita yang secara keseluruhan segar dan baru, mengeksplorasi kisah-kisah yang ada di masyarakat dengan balutan sinema berkualitas.

Film horor “Temurun” dibintangi Yasamin Jasem, Bryan Domani, Jajang C. Noer, Kiki Narendra, Mian Tiara, Nagra Pakusadewo, dan Karina Suwandi. Sebagai film horor debut dari rumah produksi Sinemaku Pictures, “Temurun” sukses menyajikan kisah menegangkan dan secara berani mendorong kreativitas untuk meneror penonton dengan gabungan elemen drama, misteri, dan horor yang kental.

Produser “Temurun” Umay Shahab mengatakan, “Temurun” membuktikan eksplorasi yang dilakukan Sinemaku Pictures mampu menghasilkan cerita yang segar. Berkolaborasi dengan para talenta muda perfilman Indonesia, juga membuktikan rumah produksinya memberikan ruang yang luas bagi generasi baru sinema Indonesia untuk terus berkembang.

“Setelah sukses dua film drama kami, “Kukira Kau Rumah” dan “Ketika Berhenti di Sini” tahun ini Sinemaku Pictures hadir dengan genre yang baru bagi kami, yakni horor. Digarap oleh para talenta muda dan sutradara perempuan muda, Inarah Syarafina, kami berharap film “Temurun” menemukan relevansi yang juga mampu

mengejutkan penonton horor Indonesia, terutama kalangan anak muda” kata Umay Shahab.

Film horor “Temurun” berkisah setelah meninggalnya sang ibu akibat kelalaian Sena (Bryan Domani), adik-kakak bernama Dewi (Yasamin Jasem) dan Sena dijemput oleh sang ayah untuk tinggal bersamanya di kota dan mewariskan perusahaan produksi daging milik keluarga. Tiba di rumah tersebut, Dewi dan Sena dikenalkan kepada nenek kandung mereka, Gayatri (Jajang C. Noer). Keduanya juga diberikan pekerjaan, Sena pada bagian produksi daging dan Dewi pada bagian administrasi.

Dewi menemukan sedikit kenyamanan di nenek Gayatri, sedangkan Sena terus berusaha untuk mendapatkan kasih sayang ayahnya. Namun akibat menemukan tanda-tanda pesugihan iblis, Sena mencoba mengajak Dewi kabur tapi Dewi menolak karena dibutakan oleh kehidupan barunya. Hingga akhirnya Dewi terperangkap dan ternyata ia dipersiapkan untuk ritual keluarganya sebagai wadah baru iblis yang ada di dalam nenek Gayatri. Apa yang akan terjadi pada Dewi dan Sena? Apakah keluarganya akan mendatangkan bahagia, atau bencana?

“Film “Temurun” adalah kerja kolaborasi dari seluruh pemeran dan kru. Visi saya dengan baik diterjemahkan oleh para kru dan pemeran. Semoga “Temurun” bisa menjadi sajian horor yang memuaskan dan menyegarkan untuk seluruh penonton Indonesia,” kata sutradara Inarah Syarafina.

Sementara itu, produser eksekutif “Temurun” Prilly Latuconsina menambahkan, genre horor yang saat ini tengah menjadi sorotan di perfilman Indonesia, membuktikan cerita-cerita baru selalu datang dan dorongan para kreator untuk menciptakan karya baru juga terus berdatangan.

“Kami tidak ingin sekedar ikut-ikutan membuat film horor. Lebih dari itu, kami ingin menghadirkan cerita yang memiliki kedekatan untuk audiens kami, anak-anak muda, Gen Z, yang mana cerita di film “Temurun” ini juga tentang warisan yang secara turun-temurun dari orang tua bahkan kakek nenek kita. Semoga tema ini punya resonansi dan kedekatan emosi pada penonton muda Indonesia,” kata produser eksekutif “Temurun” Prilly Latuconsina.

Bryan Domani mengungkapkan, selama proses syuting “Temurun” memberikannya pengalaman baru. Berhadapan dengan situasi kompleks yang dialami Sena dan keluarganya, memberinya perspektif baru dalam mendalami peran.

“Penonton akan mengalami adrenaline rush selama menonton “Temurun.” Mereka akan mengikuti perjalanan Dewi dan Sena dalam menelusuri rahasia keluarga yang membuat keduanya mengalami trauma,” kata Bryan Domani. (Sum)

Continue Reading

Musik

Raissa Anggiani Lepas Single “Jika Nanti” dalam Format Audio Dolby Atmos

Published

on

By

Fokusindonesia.com, Jakarta – Penyanyi dan penulis lagu, Raissa Anggiani resmi merilis karya terbaru berupa single yang diberi tajuk “Jika Nanti”. Hadir dalam balutan pop yang catchy, tembang ini mengusung tema soal mimpi dan harapan.

Lewat keterangan tertulisnya, Raissa Anggiani mengatakan bahwa dalam liriknya lagu ini memuat asa dan keinginannya terhadap sebuah konsep cinta yang ingin dia bentuk di masa depan. Tema ini, ia rasa akan mewakili mimpi banyak orang.

“Inspirasi lagu ini sebenarnya adalah bayangan ideal kehidupan yang ingin aku jalani bersama pasanganku kelak di masa depan,” ucap Raissa Anggiani.

“Aku ingin memiliki kedamaian di dalam cinta, membangun rumah yang kokoh bersama-sama dan aku rasa ini juga relate dengan kebanyakan orang,” tuturnya.

Dalam penggarapan lagu ini, Raissa Anggiani menggaet Rendy Pandugo dan Kamga Mo, yang masing-masing duduk di bangku music arranger merangkap music producer, dan vocal director. Kedua nama besar tersebut dipilih lantaran Raissa ingin mengeksplorasi lebih luas kemampuan bermusiknya.

Sebagai persembahan manis sekaligus pembuka album teranyarnya yang siap diproduksi, Raissa Anggiani single “Jika Nanti” dalam format audio Dolby Atmos. Hal ini, kata dia, merupakan salah satu hal istimewa yang ia coba tawarkan kepada para pendengar.

“Aku selalu berusaha totalitas dalam apapun yang bisa menunjang karirku saat ini, selain hal ini menjadi bentuk kasih sayang kepada pendengar lagu-laguku, ini juga merupakan legacy yang suatu saat nanti aku harap bisa jadi hal yang membanggakan bagi aku dan keluargaku,” ucap Raissa Anggiani.

Dirilis di bawah panji label Alfa Records, single “Jika Nanti” diharapkan bisa menjadi nomor yang melanjutkan kesuksesan Raissa Anggiani yang karyanya kerap masuk di ajang penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards).

Penyanyi muda yang masih berusia 20 tahun itu, sebelumnya juga telah meraih sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk menjadi duta kampanye global dari Spotify untuk kesetaraan gender “Equal” yang membuat fotonya dipajang di papan reklame New York Times Square, Amerika.

Sementara lagu-lagunya juga sukses digunakan sebagai tembang latar atau soundtrack film dan serial. Di antaranya lagu “Kau Rumahku” di serial Netflix “Gadis Kretek”, lagu “Menari Aku Menari” di film “172 Days”, lagu “Benih” di film “Hati Suhita”.

Terbaru, lagu “Losing Us” milik Raissa Anggiani juga menjadi tembang latar alias soundtrack untuk film “Architecture of Love” garapan sutradara Teddy Soeriaatmadja.

Single “Jika Nanti” milik Raissa Anggiani bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital mulai Jumat, 24 Mei 2024. [] (Reallist Management)

Continue Reading

Film

film “Lembayung”, debut Baim Wong sebagai sutradara, yang merilis teaser trailer 

Published

on

By

Film Horor “Lembayung” Rilis Official Teaser Trailer, Ungkap Arwah Peneror Yasamin Jasem dan Taskya Namya
Melalui teaser trailer, perempuan yang gantung diri di teaser poster film “Lembayung” kini makin terkuak.


FokusIndonesia.com, Jakarta, 22 Mei 2024 – Prime Eagle Studios dan Tiger Wong Entertainment merilis teaser trailer film horor thriller terbaru “Lembayung” yang membuka dunia tentang misteri arwah peneror rumah sakit dan cerita latar belakang dari karakter yang diperankan Yasamin Jasem.

Sebelumnya, “Lembayung” lebih dulu merilis teaser poster yang mengerikan. Di teaser trailer, diperlihatkan Yasamin Jasem
mengalami permasalahan yang turut membuatnya trauma dan tertekan. Hal itu
dikarenakan perbuatan kekasihnya, yang diperankan Daffa Wardhana.
Selain itu, sosok perempuan yang gantung diri di teaser poster juga terkuat
identitasnya di teaser trailer. Ia adalah arwah yang meneror Yasamin Jasem hingga Taskya Namya. Di bagian akhir teaser ada satu hal yang menarik, dimana terlihat adegan dua perempuan terdorong ke bagian atas atap kamar mandi.


Dalam teaser trailer tersebut juga diperlihatkan para pemeran film yang membuat penasaran tentang para seluruh karakter dan jalan cerita filmnya. Para bintang “Lembayung” yang ada di teaser trailer adalah Arya Saloka, Taskya Namya, Yasamin Jasem, Oka Antara, Asri Welas, Wulan Guritno, Anna Jobling, Daffa Wardhana, Erick Estrada, Ence Bagus, Tio Pakusadewo dan Dayu Wijayanti.
“Sosok peneror di film “Lembayung” tentunya akan memperkaya dan memberikan perspektif baru dalam film genre Indonesia, khususnya untuk horor. Melalui teaser trailer, semoga semakin membuat penasaran film “Lembayung” yang diangkat dari thread viral,” kata sutradara film “Lembayung” Baim Wong.


Ide cerita film “Lembayung” diangkat dari utas (thread) viral ‘Jin Poli Gigi’ di X
(Twitter) yang ditulis oleh Pica, yang saat itu masih menjadi mahasiswa keperawatan
dalam akunnya @saturnrushx. Kejadian yang dia tulis di thread merupakan kisah
nyata yang dialaminya bersama sahabatnya Arum, ketika mereka sedang PKL di unit Poli Gigi sebuah Rumah Sakit di kota kecil Jawa Tengah. Thread tersebut viral pada tahun 2022 hingga mendapatkan ribuan views dan komentar. Hingga Pica akhirnya berhenti menulis karena mengaku trauma atas pengalaman menyeramkan yang kerap ia alami. Skenario film “Lembayung” sendiri ditulis oleh Gemati Rahayu dan
Baim Wong.


Ikuti terus perkembangan informasi film “Lembayung” melalui akun resmi
Instagram @lembayung.movie, @primeeagle.studios, @tigerwongentertainment.

Continue Reading

Trending