Connect with us

Hiburan

Februari Romantis di Ancol Taman Impian, Gratis Masuk Ancol

Published

on

Fokusindonesia com, Jakarta – Februari merupakan bulan yang sangat unik. Selain menjadi bulan dalam kalender dengan jumlah hari paling sedikit di antara 11 bulan lainnya, Februari juga sering dikaitkan dengan bulan kasih sayang. Bukan tanpa alasan, karena di Februari juga terdapat perayaan hari valentine yang biasanya diperingati hampir di seluruh dunia.

Memeriahkan Februari, Ancol Taman Impian pun turut berbagi kasih sayang kepada semua pengunjung dengan menghadirkan berbagai program menarik yang bisa dinikmati bersama pasangan, sahabat, maupun keluarga tercinta.

Februari tahun ini menjadi bulan perdana untuk program Ancol Bagi Tiket Sebulan Sekali yang rencananya akan hadir setiap bulan di 2023. Untuk mendapatkan tiket gratis ini, pengunjung cukup melakukan reservasi di www.ancol.com. Untuk di Februari, program ini akan dilakukan pada tanggal 3 Februari 2023. Tiket ini bisa direservasi sejak 30 Januari lalu hingga hari ini (02/02).

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk bisa menikmati pantai di Jakarta secara gratis sebulan sekali karena kami juga percaya bahwa Pantai Ancol merupakan tempat bagi siapa saja yang ingin mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dari rutinitas sehari-hari.” ucap Eddy Prastiyo, Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Pada Februari ini, Ancol juga akan berbagi es krim kepada pengunjung yang datang ke Dunia Fantasi dan Atlantis Water Adventures. Dengan minimal membeli 2 tiket, pengunjung bisa menukarkan e-ticketnya dengan es krim secara gratis di area Dufan dan Atlantis. Promo ini berlaku mulai tanggal 1 Februari untuk unit Atlantis. Sedangkan untuk Dunia Fantasi akan berlaku mulai 18 Februari.

Pengunjung juga bisa menikmati promo Double Fun pembelian tiket reguler Dufan seharga Rp.280.000 sudah bisa menikmati 4 unit rekreasi lainnya yaitu Atlantis, Samudra, Sea World dan Jakarta Bird Land. Selain itu Dufan juga memberikan promo bonus voucher makan di Resto Ayam tepi Laut dengan minimal pembelian 2 tiket dan berlaku kelipatannya.

Semua promo ini bisa dinikmati dengan pembelian tiket secara online melalui www.ancol.com. Ayo rayakan Februari Romantis hanya di Ancol Taman Impian. (Sum)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Musik

Otentik, “Lagi Syantik” Siti Badriah Tembus 700 Juta Views!

Published

on

By

Fokusindonesia.com, Jakarta – Video musik single “Lagi Syantik” milik Siti Badriah tembus 700 juta views di YouTube. Pencapaian tersebut makin mengukuhkan video musik milik NAGASWARA itu sebagai video musik Indonesia dengan views terbanyak sepanjang sejarah.

Siti Badriah mengaku senang dengan pencapaian tersebut. Sejak awal, video musik lagu karya Yogi RPH itu memang sudah membuatnya bangga. Apalagi, saat ini, video musik tersebut sudah mencapai 700 juta views di YouTube.

“Aku senang banget video klip ‘Lagi Syantik’ di YouTube kini 700 juta views di akun official NAGASWARA. Sejak awal baik lagu maupun video klipnya sudah membanggakan aku juga tim NAGASWARA. Semoga terus membawa berkah,” ucap Siti Badriah, Rabu (21/2/2024).

Lagu dan video musik “Lagi Syantik” rilis tahun 2018 sangat booming di YouTube. Tidak hanya di tanah air, lagu tersebut juga disukai di luar negeri. Banyak Youtuber dari seluruh dunia ikut mengcover lagu tersebut dan memberikan pujian mereka.

Pencapaian Sibad dan NAGASWARA ini bikin pecah dan menggetarkan jagad YouTube. Puncaknya single “Lagi Syantik” dinyanyikan Sibad dalam penutupan Asian Games ke-18 tahun 2018 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

“Alhamdulillah jadi banjir job, kejar setoran jadinya. Jadi banyak tawaran-tawaran untuk jadi host, sinetron, banyak orang yang lebih kenal aku sekarang,” ujar Sibad saat perayaan sukses “Lagi Syantik” di kantor NAGASWARA, Menteng, Jakarta Pusat tahun 2018 yang lalu.

Lewat “Lagi Syantik” pula, Sibad banjir penghargaan. Salah satunya penghargaan yang diterima dari kerajaan Thailand. Lagu tersebut terpilih sebagai “Best ASEAN Economic Community Song” oleh F.M. 95 MHz. Radio Station MCOT Company Limited Bangkok.

Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) juga memberikan penghargaan kepada “Lagi Syantik” sebagai “Unggahan Video Clip Lagu dengan Penonton Terbanyak”. Pada saat itu, “Lagi Syantik” berhasil mendapatkan 300 juta viewers dalam 4 bulan.

“Ini adalah pencapaian NAGASWARA di jagad YouTube secara organik dan otentik di industri musik tanah air dalam menyambut Hari Musik Nasional 9 Maret nanti,” tekan CEO NAGASWARA Rahayu Kertawiguna. (BOIS)

Continue Reading

Musik

Balena Bersiap Menggebrak Tahun 2024 dengan Single Terbaru, “Harusnya Aku Bukan Dia”, dalam Kolaborasi dengan NAGASWARA

Published

on

By

Fokusindonesia.com, Jakarta – Mengawali tahun baru 2024 penyanyi dancedhut NAGASWARA, Balena kembali merilis single baru berjudul “Harusnya Aku Bukan Dia” ciptaan Hendy Irvan. Single ini berkisah tentang seorang cewek yang ditinggal sang kekasih saat si kekasihnya ini sudah merasa sukses dalam karirnya. Cerita dilirik lagu baru tersebut sama seperti yang dialami oleh Balena.

“Makanya pas aku dengar lagu ini dari kang Hendy Irvan, aku bilang gila banget kata-katanya. Ini gue banget’, cerita di lirik lagu sama dengan kejadian di kehidupanku, aneh, tapi itu semua benar terjadi, namun semua itu sudah berlalu sih,” ungkap Balena.

Hendy Irvan sebagai pencipta lagu “Harusnya Aku Bukan Dia” mengaku surprise dengan Balena yang disodorkan lagunya. Single tersebut bercerita bahwa ternyata Balena memiliki kisah serupa dengan lagu yang diciptakannya. Makanya Hendy Irvan tak memungkiri bahwa penyanyi asal Sukabumi, Jawa Barat itu dapat menyanyikannya dengan sangat bagus. Bahkan menurut Handy proses rekaman Balena berlangsung hanya satu jam.

“Aku baru tahu nih, pantas rekamannnya bagus banget. Nge-take nya sebentar banget. Dapat banget dia feel dan ngobrolnya. Penjiwaan Balena sendiri sangat luar biasa. Kali ini agak beda (lagunya) karena ada unsur koplo supaya masuk,” ujar Hendy Irvan, sebagai pencipta lagu tersebut.

Saking semangatnya, Hendy Irvan yang juga menciptakan lagu untuk sejumlah penyanyi terkenal di tahun 90-an itu sampai ikut menemani Balena saat syuting video klip “Harusnya Aku Bukan Dia”. Hendy mengatakan hal tersebut sebagai bentuk support.

“Dulu, sekitar empat tahun lalu, Balena atau biasa disapa Lena sudah menyanyikan lagu ciptaan saya berjudul ‘Jangan Menangis Untukku’. Alhamdulillah sekarang ada lagu yang dia rasa pas juga buat diri dia,” ungkap Hendy Irvan.

Memang terkadang sebuah lagu identik dengan cerita pribadi kehidupan yang dialami si penyanyinya. Kisah serupa dilirik lagu hampir sama dengan yang dialami Balena. Balena sendiri menjelaskan bahwa lagu ini memiliki pesan moral bahwa dalam hidup kita jangan seperti itu. Membina suatu hubungan. Jangan lupa kacang dengan kulitnya. Dan tetaplah setia pada pasangannya baik dalam keadaan susah dan senang.

Balena, merupakan penyanyi solois cantik bergenre Dangdut yang bernaung di bawah payung NAGASWARA dapat dikatakan terbilang sukses berkarir lewat lagu-lagu Dangdutnya. Selain cantik, Balena piawai dalam bernyanyi, suara merdunya sangat enak untuk dinikmati.

Apalagi ciri khasnya bernyanyi dengan penampilan cantik elegan, selalu membuat para penonton tak mau lepas dari pandangannya.

Perempuan kelahiran Sukabumi, Jawa Barat ini mengawali karir bermusiknya dengan nama Lena Permatasari. Balena memang memiliki bakat dan kemampuan bernyanyi yang terbilang matang dan siap saji.

Dalam payung NAGASWARA kesiapan mental Balena untuk meraih sukses di belantika musik Tanah Air semakin tinggi. Beberapa single yang telah dirilisnya pun menuai sukses. Seperti single “Baper”, “Sianida” Yang Kunanti’, “Jangan Su’udzon”,“Jangan Menangis Untukku”,“Nyaman”, dan “Percuma Main Dukun”. Kini single terbaru sia[ dipersembahahkan kepada selurh lapisan masyarakat Indonesia di manapun berada, “Harusnya Aku Bukan Dia”.

Sebagai informasi, Artist: Balena
Title: Harusnya Aku Bukan Dia
Composer: Hendy Irvan
Producer & Arranger: Rahman Hakim
Vocal Director: Hendy Irvan
Mixing Engineer: Rahman Hakim
Mastering Engineer: Depp RPH
Label: NAGASWARA
Publisher: NAGASWARA PUBLISHERINDO MUSIK
Genre: Dangdut
Rilis: Februari 2024

Continue Reading

Film

Film Women from Rote Island Sukses Menggelar Press Screening & Gala Premiere, Ajak Penonton Memerangi Isu Kekerasan Seksual

Published

on

By

Fokusindonesia.com, Jakarta, 16 Februari 2024 – Film Women From Rote Island, sebuah karya dari Bintang Cahaya Sinema dan Langit Terang Sinema yang menggambarkan keberdayaan perempuan dalam menghadapi tantangan kekerasan seksual, sukses menggelar Press Screening & Gala Premiere pada 16 Februari 2024, di XXI Epicentrum, Jakarta

Selatan. Acara tersebut dihadiri oleh Jeremias Nyangoen selaku sutradara, Rizka Shakira selaku produser, Hendry Shakira dan Ananda Maharani Putri selaku produser eksekutif, Linda Adoe selaku pemeran Orpa, Irma Rihi selaku pemeran Martha, Van Jhoov selaku pemeran Damar, dan Willyam Wolfgang selaku pemeran Ezra.

Menyusul Press Screening & Gala Premiere yang diadakan di Jakarta, pada 21 Februari 2024 mendatang akan digelar juga Gala Premiere film Women From Rote Island di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Acara tersebut diadakan sebagai wujud apresiasi dan dedikasi terhadap kisah yang mengangkat isu yang tidak banyak disampaikan.

Dengan terselenggaranya Gala Premiere ini, harapannya dapat menjadi momentum penting dalam memberikan inspirasi serta pengetahuan lebih dalam terkait isu kekerasan seksual yang terjadi di masyarakat. Women From Rote Island, yang disutradarai oleh Jeremias Nyangoen, akan resmi tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 22 Februari 2024 mendatang.

Film ini memaparkan tentang bagaimana perempuan memperjuangkan hak-haknya dalam menghadapi realitas kekerasan seksual di Indonesia Timur. Kisah ini perjuangan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kembali ke kampung halamannya, Pulau Rote, dalam kondisi depresi akibat kekerasan seksual yang dialaminya.

Sambil menanti penayangan film, telah dirilis trailer Women From Rote Island yang dapat disaksikan di kanal YouTube dan sosial media resmi film ini, yaitu @bintangcahayasinema dan @womenfromroteisland. Trailer ini memberikan gambaran singkat tentang atmosfer dan inti cerita yang akan disuguhkan, mengundang penonton untuk merasakan kekuatan naratif yang akan dihadirkan oleh film ini.

Film ini bukan hanya sekadar kisah perempuan yang menjadi korban kekerasan, tetapi juga mencerminkan keadaan sistem hukum, kondisi sosial, dan budaya yang masih menghadang Upaya untuk memberikan keadilan kepada para korban. Linda Adoe, pemeran Orpa, mengungkapkan isi hatinya setelah dipercaya bermain di film ini, “Women From Rote Island bukan hanya sekadar film, melainkan panggilan hati untuk menyuarakan realitas kehidupan yang mungkin terabaikan. Ikut bangga rasanya bisa jadi bagian dari film yang sangat kuat pesannya seperti ini, karena bisa memberi pandangan baru dan menginspirasi penonton untuk peduli terhadap isu kekerasan seksual yang masih terjadi, bukan cuma di Rote, tapi di berbagai macam daerah di Indonesia.”

Senada dengan Linda Adoe, Jeremias Nyangoen, selaku sutradara, menyampaikan rasa bangganya karena film ini akhirnya bisa tayang di bioskop, bisa bertemu dengan lebih banyak penonton dan ia berharap film ini bisa jadi pengingat untuk lebih dekat dengan keluarga kita.

“Dengan tayangnya film ini, saya berharap penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga lebih terbuka terhadap isu-isu sensitif seperti isu kekerasan. Jadi lebih sadar betapa pentingnya keluarga untuk cerewet dan memperhatikan anak-anaknya, keponakannya, cucu-cucunya. Karena potensi kekerasan biasanya bermula dari keluarga. Dan kekerasan ini bukan cuma terjadi pada anak perempuan, tapi anak laki-laki pun bisa jadi korban. Begitu juga sebaliknya, pelakunya bukan cuma laki-laki, tapi perempuan juga bisa. Karena itu, harus lebih pandai menjaga anak-anak kita,” ucapnya dengan lugas.

Film ini akan bercerita tentang Orpa (Linda Adoe), yang baru saja kehilangan suami dan tinggal bersama kedua anak perempuannya, harus menghadapi diskriminasi dan tradisi dengan berjuang mendapatkan keadilan dari kekerasan yang ia dan anaknya alami. Di sisi lain, Martha (Irma Rihi), anak dari Orpa pulang ke kampung halaman membawa trauma kekerasan seksual yang dialaminya saat menjadi TKI. Ketika warga di kampungnya mengetahui kondisi Martha, bukannya mendapatkan perlindungan, Martha justru kembali mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Orpa dan keluarganya harus menghadapi diskriminasi dan bertahan dengan kondisi yang tak berpihak pada mereka.

Jangan lewatkan kisah yang menyentuh, menghibur, serta menggugah hati para penontonnya mulai 22 Februari 2024 mendatang. Bersama, mari kita sukseskan pesan keberdayaan perempuan yang diusung oleh Women From Rote Island.

Dapatkan informasi update terkait Women From Rote Island melalui sosial media resmi film ini, yaitu @womenfromroteisland dan @bintangcahayasinema.

Continue Reading

Trending