Connect with us

Lingkungan

Gandeng Rekosistem dan blu by BCA Digital, Garuda Indonesia Resmikan Waste Station di Kantor Pusat Garuda Indonesia Soekarno Hatta & Garuda Indonesia Training Center Duri Kosambi

Published

on

Jakarta, 21 Desember 2023 – Isu pengelolaan sampah di Indonesia telah menjadi tantangan yang mendesak. Menurut data terbaru dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sekitar 34,29% atau setara dengan 7,2 juta ton sampah nasional masih belum terkelola secara efektif. Dalam menanggapi hal ini, blu by BCA Digital, Rekosistem, dan Garuda Indonesia, bersama-sama memperkenalkan solusi inovatif melalui peluncuran dua Reko Waste Station®️ di Garuda Sentra Operasi (GSO), area Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang dan Garuda Indonesia Training Center (GITC), Duri Kosambi, Jakarta Barat.

Melalui peluncuran dua Reko Waste Station®️ di dua titik area perkantoran Garuda Indonesia ini nantinya masyarakat sekitar GSO, Cengkareng dan GITC, Duri Kosambi dapat turut berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan berkelanjutan melalui pengelolaan limbah sampah khususnya sampah daur ulang dengan menyerahkan sampah daur ulang di kedua titik tersebut.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa kolaborasi bersama dengan blu by BCA Digital dan Rekosistem dalam menghadirkan Reko Waste Station®️ ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier dalam mendukung keberlangsungan lingkungan setelah sebelumnya Garuda Indonesia secara aktif telah melaksanakan berbagai inisiatif dalam mendukung sustainability, yang baru-baru ini juga dilaksanakan melalui penerbangan komersial berbahan bakar bioavtur pertama di Indonesia dan sekaligus menjadi penerbangan komersial pertama di dunia yang menggunakan bahan bakar energi terbarukan berbasis palm kernel oil (minyak inti sawit).

“Memiliki misi yang sama dengan blu by BCA Digital dan Rekosistem untuk menciptakan sustainable environment bagi generasi penerus bangsa, kehadiran Reko Waste Station®️ ini tidak hanya dapat turut mendukung sosialisasi dan penyediaan fasilitas pengelolaan sampah, terutama sampah daur ulang, baik bagi stakeholders di lingkungan kawasan perkantoran Garuda Indonesia, maupun masyarakat dan pelaku usaha di sekitar, namun kedepannya juga diharapkan akan dapat menginspirasi seluruh masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” papar Irfan.

Reko Waste Station ini diharapkan dapat merevolusi pemandangan pengelolaan sampah di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi ramah konsumen dan kemitraan strategis untuk mengurangi jumlah sampah yang belum terkelola dengan baik. Langkah ini sejalan dengan inisiatif #bluBuatBaik dan kampanye #FromNatureToFuture, yang tidak hanya mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan, tetapi juga menekankan pentingnya tindakan nyata dalam praktik berkelanjutan.

“Kami sangat senang bisa bekerjasama dengan Rekosistem dan Garuda Indonesia dalam menghadirkan Reko Waste Station ini. Bagi blu, kolaborasi ini adalah bentuk nyata komitmen kami terhadap lingkungan. Melalui kampanye inisiatif #bluBuatBaik, kami berusaha untuk menjadi bagian dari solusi melalui pemanfaatan teknologi yang kami miliki untuk dapat turut mendorong kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengelola sampah, dan inovasi yang mendukung kemajuan sistem dan teknis pengelolaan sampah yang lebih baik. Ini adalah langkah kecil kami untuk menjaga keberlanjutan planet bumi dan melestarikan lingkungan menjadi lebih baik,” kata Duardi Prihandiko, SVP, Head of Marketing Communications BCA Digital.

Reko Waste Station tidak hanya menjadi titik pusat pengelolaan sampah, tetapi juga sebuah simbol kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi permasalahan lingkungan yang mendesak. Melibatkan sektor bisnis, sektor keuangan, dan penerbangan, inisiatif ini memberikan contoh nyata bagaimana keberlanjutan dapat diwujudkan melalui upaya bersama. Dengan komitmen kolektif untuk merangkul perubahan positif, Reko Waste Station menciptakan landasan bagi transformasi dalam cara kita memandang dan mengelola sampah, membuka jalan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi Indonesia.

“Kami sangat bersyukur Reko Waste Station dapat terus berekspansi melalui kolaborasi sebagai langkah yang signifikan dalam mewujudkan kebiasaan #PilahKemasSetor yang berkelanjutan dan kami senang sekali bisa menjadi bagian dari kolaborasi ini. Kolaborasi ini merupakan wujud dari usaha bersama untuk meningkatkan persentase pemulihan sampah menjadi material, terutama pengumpulan dan daur ulang sampah anorganik yang menjadi sasaran utama dari blu by BCA Digital. Pengolahan minyak jelantah juga menjadi salah satu fokus untuk mendukung penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) bersama Garuda Indonesia, agar tercapainya pengurangan karbon emisi demi visi Net Zero Emission di Indonesia,” tutup Ernest C. Layman, CEO & Co-founder Rekosistem.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lingkungan

ReforMiner Institute: Penciptaan Nilai Jadi Upaya Penting Dalam Memaksimalkan Potensi Panas Bumi

Published

on

By

Fokusindonesia.com, Jakarta, 15 Januari 2024 – Panas bumi merupakan sumber Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET) yang paling berpotensial untuk merealisasikan target Net Zero Emission (NZE) 2060. Meskipun memiliki sejumlah keunggulan, pengembangan dan pengusahaan panas bumi di Indonesia masih memiliki beberapa kendala dan tantangan, terutama dalam hal keekonomian proyek.

Hal tersebut menjadi benang merah diskusi yang digagas oleh ReforMiner Institute bertajuk “Strategi Penciptaan Nilai Panas Bumi Sebagai Langkah Mendukung Net Zero Emission 2060.” Diskusi yang digelar secara hybrid pada Senin, 15 Januari 2024 ini menghadirkan juga sejumlah pembicara yang memberikan perspektif masing-masing terhadap peran dan posisi industri panas bumi dalam transisi energi nasional.

Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) Julfi Hadi, menekankan pada pentingnya penerapan serta peluang pemanfaatan produk sekunder dan rantai pasok panas bumi melalui optimalisasi value creation (penciptaan nilai), termasuk agenda perbaikan nilai keekonomian proyek. Anggota Pengurus Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Yudha Permana Jayadikarta, menyoroti pentingnya dukungan kebijakan serta memastikan transparansi dalam tata kelola perusahaan panas bumi.

Lalu, Anggota Dewan Energi Nasional Ir. Satya Widya Yudha, M.Sc. Ph.D, memandang pengelolaan energi panas bumi di Indonesia sebagai aspek krusial dalam mendukung transisi energi nasional. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno, memaparkan terkait informasi terkini mengenai perkembangan dan posisi proses RUU EBET yang diharapkan dapat disahkan pada kuartal satu 2024 serta menekankan pada urgensi penerapan kebijakan yang mendukung pengembangan EBET sebagai bagian dari strategi nasional.

Sebagai penggagas diskusi, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengatakan hadirnya diskusi ini bisa menjadi stimulus positif buat kontribusi sektor panas bumi dalam mendongkrak realisasi bauran energi dari energi baru dan terbarukan di Indonesia. Dia juga berharap kesadaran yang muncul ini nantinya bisa memberikan manfaat untuk mendukung terciptanya net zero emission.

“Potensi panas bumi yang kita miliki adalah anugerah alam yang harus disyukuri dan dioptimalkan buat kemajuan negeri dan kemaslahatan publik,” kata Komaidi.

Dalam kesempatan ini, Komaidi juga mengungkapkan beberapa kendala yang menyebabkan keekonomian proyek panas bumi relatif belum kompetitif, diantaranya adalah sulit terjadi kesepakatan harga jual-beli antara pengembang panas bumi dengan PLN sebagai pembeli tunggal, kebijakan yang ada mengharuskan harga listrik EBET bersaing dengan pembangkit fosil, hingga risiko investasi tinggi karena kepastian potensi cadangan yang belum jelas.

“Tingkat keekonomian proyek panas bumi di Indonesia lebih tinggi dibandingkan global. Rata-rata nilai keekonomian listrik panas bumi di Indonesia untuk kontrak yang baru dilaporkan berada pada kisaran 10 sen USD/kWh sampai dengan 13 sen USD/kWh. Hal ini menunjukan bahwa Indonesia belum cukup kompetitif,” ungkap Komaidi.

Komaidi menyebutkan optimalisasi penciptaan nilai (value creation) dapat menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki tingkat keekonomian proyek panas bumi, sekaligus membantu merealisasikan pencapaian target NZE Indonesia.

Optimalisasi value creation pada pengusahaan panas bumi global dilakukan melalui sejumlah instrumen dengan memanfaatkan teknologi mutakhir seperti drilling, well enhancement, power plant, operations. Kemudian lagi perlu adanya perbaikan supply chain dan komersialisasi produk turunan (secondary product) seperti pemanfaatan langsung, green hydrogen production, green methanol production, dan silica extraction.

“Meski demikian, seluruh upaya optimalisasi penciptaan nilai pada industri panas bumi tersebut akan terlaksana jika terdapat perbaikan ekosistem pada industri panas bumi dan kolaborasi yang bersinergis dari para pemangku kepentingan,” ujar Komaidi.

Panas bumi dapat berperan penting dalam upaya mencapai target bauran energi sebesar 23% pada tahun 2025. Indonesia yang memiliki potensi panas bumi sebesar 28,4 GW, yang merupakan potensi terbesar di dunia.

Oleh karena itu, webinar ini diusung ReforMiner dengan harapan dapat memberikan pemahaman kepada publik mengenai potensi dan peran strategis energi panas bumi dalam upaya merealisasikan target transisi energi yang telah ditetapkan pemerintah. Sosialisasi panas bumi perlu dilakukan secara masif dan berkelanjutan dengan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat. (Sum)

Continue Reading

Trending