Connect with us

Musik

Kadri Memulai Debut Solo Karir dengan Single “Karmila”

Published

on

Fokusindonesia.com, Jakarta – Kadri, yang dikenal sebagai “The Singing Lawyer”, memulai debut solo karirnya dengan merilis single “Karmila”. Lagu klasik karya Farid Hardja dari tahun 1977 ini menjadi catatan penting bagi musik Indonesia. Single ini didistribusikan oleh NAGASWARA, dengan LiLo The Producer sebagai Executive Producer dan Producer.

“Karmila” bercerita tentang kisah cinta imajiner masa muda Farid Hardja dengan seorang gadis bernama Karmila. Lagu ini merupakan salah satu karya terbaik Farid Hardja yang diaransemen ulang oleh LiLo dengan sentuhan modern. LiLo, yang juga merupakan anggota band KLa Project, mengambil peran penting dalam proses produksi musik ini.

Vokal Kadri yang berciri khas dengan vibrato kuat memberikan warna yang berbeda pada lagu klasik ini. Kadri tidak berusaha meniru Farid Hardja, melainkan membawa karakter vokalnya sendiri yang merupakan anugerah alam. Sebelumnya, Kadri bersama band the KadriJimmo telah merilis beberapa album dan single, seperti “Indonesia Hebat” (2009), “Tanah Sang Pemberani EP” (2015), dan “Ingin Punya Pacar Lagi” (2019).

LiLo berhasil mengeksplorasi kekuatan suara Kadri dan mengeluarkannya dari zona nyaman. Dengan pengaruh musik Rock ‘n’ Roll modern dan padupadan choir dari band Beach Boy, “Karmila” menjadi produk retro yang elegan. LiLo yakin bahwa lagu ini akan mudah diterima oleh pendengar musik saat ini, melengkapi lagu-lagu baru Indonesia lainnya.

Kadri berharap generasi sekarang dapat merespon dengan mudah lagu ini. “Saya mau generasi sekarang bisa merespon dengan mudah lagu ini. Sebuah anthem cinta beda usia yang unik menjadi salah satu karya terbaik dari Farid Hardja. Saya menerjemahkan aransemen ‘Karmila’ lewat bahasa jelajah masa lalu dan pendekatan musik modern,” ujar LiLo.

Untuk distribusi digital, single ini berada di bawah naungan NAGASWARA. Kadri mengaku bahwa karakter vokalnya dianggap cocok untuk membawakan lagu dari mendiang Farid Hardja. “Dan syukurlah, kita sign kontrak untuk lagu pertama ini. Tapi nyanyi sendiri sebagai penyanyi solo, baru kali ini, sama NAGASWARA,” ungkap Kadri.

Kadri berharap single “Karmila” dapat menarik perhatian pencinta musik Indonesia dan menjadi tafsir musik power pop yang mudah diterima. “Ini single solo pertama saya di tahun 2024, bersama label NAGASWARA,” jelas Kadri. Dengan pengalaman bermusik selama 50 tahun, Kadri memutuskan untuk tampil bersolo karir melalui remake single “Karmila”.

Kadri, dengan single “Karmila”, berusaha menghadirkan narasi dan tafsir musik power pop yang baru dan menarik bagi pendengar musik Indonesia. Visual musik video “Karmila” juga sedang dipersiapkan untuk melengkapi karya ini. Kadri berharap karya ini dapat diterima dengan baik dan menjadi bagian penting dari musik Indonesia.(Sum)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Musik

Ligea Kembali dengan Single Baru ‘Kecil Kecil Cabe Rawit’

Published

on

By

Fokusindonesia.com, Jakarta – Ligea, penyanyi berbakat dari NAGASWARA asal Palembang, kembali meramaikan dunia musik dengan merilis single terbarunya berjudul “Kecil Kecil Cabe Rawit”. Lagu ini merupakan hasil karya R. Kerta dan Donall, yang dikenal dengan aransemen musik Dancedhut Mix yang khas. Ligea, yang akrab disapa Ligea Cabe Rawit, terus menunjukkan dedikasi dan semangatnya dalam berkarya di genre Dangdut, setelah sebelumnya sukses merilis single “Ojo Dumeh” dalam dua versi. Dengan dukungan penuh dari NAGASWARA, Ligea kembali memukau para penggemarnya dengan lagu yang menceritakan tentang sosok yang cantik, imut, ceria, energik, dan menarik perhatian berkat pesona serta inner beauty-nya, layaknya ‘Kecil Kecil Cabe Rawit’.

Ligea “Cabe Rawit” penyanyi NAGASWARA, kelahiran Pelembang, hadir kembali merilis sebuah single baru berjudul “Kecil Kecil Cabe Rawit” ciptaan R. Kerta dan Donall.

Ligea yang biasa disapa Ligea Cabe Rawit memang penuh semangat dan berdedikasi tinggi dengan aktif berkarya di jalur musik, khususnya genre Dangdut. Setelah sebelumnya merilis single “Ojo Dumeh” versi Koplo dan kemudian “Ojo Dumeh” versi Dancedhut Mix.

Kini, Lewat single barunya yang dirilis ini, Ligea kembali menunjukkan talenta bernyanyinya yang didukung penuh oleh NAGASWARA. Lagu yang bercerita tentang seseorang yang cantik, imut, ceria, energik, dan centil. Walaupun kecil imut tetapi menarik banyak perhatian orang karena pesona dan inner beautynya. Istilahnya, ‘Kecil Kecil Cabe Rawit’.

Dari sisi musik lagu ini diaransemen oleh Donall Kinan Sammy arranger lagu fenomenal “Lagi Syantik” milik Siti Badriah. Sehingga lagu terbaru Ligea yang berjudul “Kecil Kecil Cabe Rawit” dari sisi musiknya sangat terasa menyatu dengan paduan vokal dan gerak energik dan lincah dari Ligea yang cantik dan imut ini.

“Sebenarnya lirik yang ada di lagu ini sama seperti kisah nyata yang pernah aku alami dulu. Waktu itu, saat Ligea manggung di sebuah acara wedding dan even-event lokal di kampung halamannya. Ligea dibilang kecentilan jika sedang bernyanyi di atas panggung. Biduan-biduan itu kurang suka melihat Ligea lincah dan energilk. Tapi Ligea sih bodo amat, tidak lantas membuat jadi mikir yang berat dan terganggu konsentrasi manggungnya. Biarin ajalah, gak apa apa. Terpenting Ligea tidak melanggar norma-norma kesusilaan. “Ungkap Ligea.

Memang diakui LIgea sedari kecil dia sudah lincah dan energik apalagi saat diatas panggung. Menurutnya itu bukan kecentilan. Sehingga banyak orang yang justru menyukai penampilannya. Banyak yang bilang penampilannya itu saat pentas di atas panggung lucu dan menggemaskan.

Syuting video klip “Kecil Kecil Cabe Rawit” telah rampung digarap oleh Sutradara Dvh. Bale dengan mengambil lokasi syuting di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Adapun konsep video klip menceritakan seorang perempuan yang senang berdandan sebelum pergi ke luar rumahnya. Semisal pergi ke pasar untuk berbelanja sehingga banyak pedagang yang terkesima dengan kecantikannya. Bahkan banyak para pedagang yang memberinya diskon saat berbelanja seperti membeli Cabe Rawit. Hal ini kemudian mengundang banyak dari istri-istri para pedagang di pasar yang memasang mimik muka julid terhadap perempuan tersebut.

“Harapanku semoga lagu “Kecil Kecil Cabe Rawit” akan selalu mendapatkan tempat di hati para penikmat musik Dancedhut Indonesia di mana pun berada. Semoga semuanya senantiasa terhibur oleh karya-karya yang dipersembahkan Ligea “Cabe Rawit” dan NAGASWARA. (Sum)

Continue Reading

Musik

Inas Hafizhah Luncurkan Single Baru Bertajuk” ¼ Abad”

Published

on

By

Fokusindonesia.com, Jakarta – Satu lagi penyanyi pendatang baru NAGASWARA bernama Inas Hafizhah merilis sebuah lagu bertajuk “1/4 Abad”. Lagu ini dipersembahkan Inas untuk masyarakat Indonesia sebagai pecinta musik Tanah air di manapun berada. Khususnya lagi, bagi muda-mudi Indonesia yang sedang berjuang dalam penggalian jati dirinya.

Lagu yang berjudul “1/4 Abad” mengisahkan sosok remaja yang menginjak usia 20-tahunan (usia seperempat abad), biasanya mereka di usia ini sering terjerat rasa ambisi dalam mengejar dan menggapai mimpinya. Di tengah kegalauan hati dan pikiran yang berkecamuk atas banyak pertanyaan di benaknya tentang tujuan hidup sebenarnya ini akan di bawa kemana dan akan jadi apa kelak nanti ?

Dan Lagu “1/4 Abad” ini merupakan jawaban atas pertanyaan yang berkecamuk itu sekaligus menjadi sebuah lagu pengingat terutama bagi kawula muda untuk jangan bingung dan galau dalam mencari jawabannya. Terpenting, kita tidak boleh kehilangan jati diri kita sebagai manusia berbudi pekerti luhur dan berbudaya Indonesia.

Dari sisi musik lagu ini berkonsep musik Pop yang aransemen musiknya dikemas secara akustik yang dibubuhi sedikit “strings”, namun iringan musik utama lebih diwarnai gitar akustik. Sehingga perpaduan anatara vokal dan musik terasa memiliki soul yang dalam dan easy listening.

Inaz Hafizhah merupakan penyannyi solo wanita kelahiran kota Bontang, Kalimantan Timur pada 24 Februari 1998. Memulai karir sebagai penyanyi solo sejak tahun 2013 silam saat dirinya masih duduk di bangku SMA. Inas Hafizhah menunjukkan konsistensinya di bidang tarik suara dengan tidak berhenti berlatih olah vokal dan aktif ikut berbagai kompetisi menyanyi. Lulus dengan gelar S-1 Jurusan Fakultas Teknik Biomedis, Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur.

Dalam karir bermusiknya Inas telah merilis 3 single yang sudah beredar di berbagai platform streaming music digital yakni single “Pulang”, “Tumbuh Berdua”, dan “1/4 Abad”. Tak hanya itu, Inas juga pernah bergabung dalam beberapa grup musik/band sejak 2016 yaitu Reminisensi (Bontang), Lemostre(Bontang), dan Eshan Band (Surabaya). Dan kini, di Jakarta (2024) Inas memantapkan langkahnya bergabung dalam payung label NAGASWARA dan merilis single ciptaannya “1/4 Abad”.

Tentunya, ada banyak penghargaan yang diraih oleh Inas Hafizhah menjadi juara 1, 2, dan 3, baik offline events, online events, Kaskus dan Instagram. Selain itu, pada tahun 2023 lalu Inaz Hafizhah dipilih langsung oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi kreatif (KEMENPAREKRAF) Indonesia sebagai penyanyi di aransemen ulang Jingle “Wonderful Indonesia” dan bekerjasama langsung dengan Eka Gustiwarna sebagai produser musik di proyek ini.

Perkenalan pertama dengan NAGASWARA sebagai payung labelnya Inas saat ini, berawal dari acara “Open Gigs Bareng The Virgin”. Pada saat itu, ada beberapa konten kreator yang diundang, termasuk Inas. Di acara musik yang dikemas dengan konsep “Meet & Greet”. Dalam acara ini Inas telah berhasil membuktikan kemampuannya dengan membawakan satu buah lagu yang merupakan ciptaannya sendiri.

“Oh ya saat itu, yang membuat aku kagum dengan NAGASWARA, saat kami para konten kreator diperbolehkan membawakan lagu original, dan pada waktu itu Mas Satrio selaku A&R NAGASWARA senang banget sama lagu aku “1/4 Abad”, dan emang itu lagu pertama buatanku, “ungkap Inas, yang ketika itu bernyanyi dengan diiringi pemain gitar.

Lirik dan notasi semua dari lagu itu adalah ciptaan Inas. Sedangkan musiknya diaransemennya oleh temannya.

“Lagu itu aku bikin saat berusia 25 tahun, dimana di usia tersebut, orang baru lepas dari masa-masa quarter after krisis,” tutur alumni Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur itu.

Menggali ide seperti itu, Inaz mengaku dapat dari dalam diri sendiri. Karena tujuan lagu itu ia tulis pada awalnya, untuk menjadi penguat bagi dirinya sendiri. Tapi ternyata banyak temen-temennya yang juga merasa related dengan isi lagu itu.

Sebenarnya Inas mengaku dari SD dulu selain bercita-cita menjadi seorang penyanyi inas kecil juga suka menjadi seorang gitaris. Kalau soal menulis lagu sudah mulai melakukannya sejak masih Sekolah Dasar juga dan baru merasa percaya diri menuliskan lagu ciptaannya di tahun 2023 kemarin.

“Dari segi inspirasi dan karakter, sejauh ini tentu berbeda-beda ‘insfluen’ yang aku dapatkan. Untuk sekarang aku sangat terinspirasi dengan penyanyi Yura Yunita. Karena menurutku lagu-lagu Yura Yunita banyak yang meaning full dan power full.

“Selain itu dari sisi vokal katanya aku mirip Nadin Amiza dan karena pengalaman berbeda beda yang aku dapatkan maka aku memberanikan diri untuk menulis berdasarkan cermin diri sendiri. Harapanku ke depan apa yang aku dapatkan dari berbagai pengalaman, tentunya semua itu ingin aku persembahkan yang terbaik buat Tanah Airku tercinta, Indonesia. Seperti lewat persembahan single perdanaku di NAGASWARA, “1/4 Abad”. Semoga disukai dan dapat menginspirasi secara positif. “Pungkas Inas Hafizhah. (Sum)

Continue Reading

Musik

Menyusul Senja Bagai Janji TUAIPUJA Rilis Single Kedua Petang Esok Bertemu

Published

on

By

Fokusindonesia.com, Jakarta – TUAIPUJA, sebuah proyek solo yang inovatif, muncul di panggung musik Indonesia. Sebuah konsep yang unik dalm industri Folk Music Indonesia dengan lirik yang menarik, mencerminkan gairah Rival Achmad Labbaika, yang dikenal secara profesional sebagai Ipay, untuk genre ini.

Perjalanan Ipay di industri musik dimulai sebagai vokalis utama dan kekuatan kreatif di balik Pesta band. Di bawah NAGASWARA, Pesta merilis serangkaian hits antara 2010 dan 2013, termasuk “Aku Dengar Aku Tahu“, “Gila Bola” dan “Sehari Sebelum Kau Pergi“. Pada tahun 2013, Ipay memutuskan untuk mengalihkan fokusnya ke karir media sambil memelihara minatnya yang mendalam dalam Folk Music atau yang trend disebut Music Senja oleh para Gen Z.

Transisi Ipay ke Folk Music menandai bab baru dalam jalur artistik ipay sebagai musisi, yang kemudian mengarah pada penciptaan TUAIPUJA. Lebih lanjut di akhir 2023 ketika Rahayu Kertawiguna, CEO NAGASWARA, menawarkan Ipay (TUAIPUJA), untuk menggarap sebuah proyek Solo yang sejalan dengan kecintaanya pada genre Folk Music.

Dalam memproduksi EP atau mini album digital yang bertajuk “JANAKA KAMMA” Ipay TUAIPUJA melibatkan dan berkolaborasi dengan musisi Indonesia yang dihormati seperti Indra Qadarsih, Lian Pangabean, Wendy Bagindas dan Cakrabarani dari band Kudeta. Kontribusi mereka menambahkan berbagai pengaruh musik dan keahlian, meningkatkan keseluruhan suara dan kedalaman EP (mini album digital) TUAIPUJA.

Debut EP (mini album digital) TUAIPUJA, “JANAKA KAMMA“, dirilis pada bulan Februari 2024, dengan single pertama “Senja Bagai Janji” yang ternyata mampu menarik khalayak musik Indonesia,

Menyusul Senja Bagai Janji yang masih terus bergulir di industri, kini Nagaswara kembali merilis single kedua dari TUAIPUJA dengan judul “Petang Esok Bertemu“, yang juga merupakan ciptaan dari ipay.

Dipilihnya “Petang Esok Bertemu” sebagai single kedua dari TUAIPUJA berdasarkan dari berbagai masukan terutama dari team Nagaswara, yang menilai lagu tersebut memiliki keunikan, baik dari tema, penulisan lirik, serta musikalitas dan tentunya karakter vocal ipay yang memberikan perasaan teduh dan menghadirkan ketenangan.

Ipay memang memiliki kekuatan dalam vokal dan penulisan lirik yang mendalam, puitis serta kekayaan akustik yang di padu dengan nuansa brass instruments, ipay TUAIPUJA lihai dalam menyusun tema cinta yang menyentuh namun tak cengeng, selalu ada nilai-nilai harapan, dan optimisme dalam setiap liriknya.

Dengan TUAIPUJA, tujuan Ipay melampaui produksi musik; ia berusaha untuk menginspirasi dan memprovokasi pemikiran melalui liriknya, sering bersuara sebagai ekspresi yang berarti dari kehidupan dan cinta.

Dengan “PETANG ESOK BERTEMU” single kedua dari EP TUAIPUJA “JANAKA KAMMA“, Ipay telah mengukir tempat yang unik di landscape musik Indonesia. Ipay, memanfaatkan pengalaman dan kemampuan kreatifnya yang luas, terus mendorong TUAIPUJA menuju tingkat artistik baru, yang bertujuan untuk terhubung dengan penonton masyarakat yang luas dan berbagi visi musiknya dengan pecinta musik di Indonesia dan sekitarnya. [NS].

Continue Reading

Trending