Connect with us

Film

Melegenda di 1980-an, Kisah Cinta Galih dan Ratna Kembali Untuk Anak Muda di 2023

Published

on

 Melegenda di 1980-an, Kisah Cinta Galih dan Ratna Kembali Untuk Anak Muda di 2023. Film “Gita Cinta dari SMA” Tayang 9 Februari Prilly Latuconsina harap film “Gita Cinta dari SMA” dapat dinikmati penonton baru dan pecinta nostalgia

Fokusindonesia.com, (Jakarta, 6 Februari) Starvision kembali menyemarakkan perfilman Indonesia, dengan meluncurkan film “Gita Cinta dari SMA”. Kisah asmara legendaris Galih & Ratna akan dihidupkan kembali melalui film “Gita Cinta dari SMA”. Film yang disutradarai oleh Monty Tiwa ini siap tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 9 Februari mendatang.

“Gen-Z bisa ambil sesuatu yang bisa relate sama mereka nggak, ya? Bisa banget karena isu yang
diangkat juga masih terjadi sampai sekarang. pernyataan yang diberikan oleh Prilly Latuconsina sebagai pemeran utama film “Gita Cinta dari SMA” Pernyataan tersebut memberikan sinyal bahwa film “Gita Cinta dari SMA” bisa dinikmati baik mereka yang ingin merayakan nostalgia atas film tersebut maupun generasi muda sekarang. Menjadi film yang merupakan remake dari film pertamanya yang rilis pada tahun 1979, tidak menjadikan penghalang untuk film Gita Cinta dari SMA” tetap dapat diterima & dinikmati oleh generasi penikmat nostalgia atau generasi muda sekarang.

“Saya harap karya ini bisa diterima dengan sangat baik oleh semua generasi karena kisah cinta saat SMA tidak akan terlupakan, kami sudah launching trailer-nya, responnya sangat positif,”Ungkap Chand Parwez Servia, selaku produser film “Gita Cinta dari SMA”. Selanjutnya, Chand Parwez juga menambahkan “Orang akan jatuh cinta sama chemistry Prilly Latuconsina danYesaya Abraham.

Di film ini dapet banget. Pasti akan bikin iri atau nostalgia pacaran masa SMA” Sebelumnya, Starvision telah membagikan poster pertama film tersebut melalui akun resmi media sosialnya pada 6 Januari. Selain itu, trailer telah ditayangkan melalui YouTube Starvision dari 9 Januari dan telah ditonton lebih dari 2,35 juta penayangan.Film “Gita Cinta dari SMA” diangkat dari novel legendaris karya Eddy D. Iskandar. Sebelum dirangkum dalam novel, “Gita Cinta dari SMA” berbentuk cerita bersambung di majalah GADIS.

Sempat difilmkan sebelumnya pada 1979, “Gita Cinta dari SMA” melambungkan duet
pemeran utamanya, Rano Karno dan Yessy Gusman. Pada film terbarunya, Starvision dan Monty Tiwa berkolaborasi menceritakan kembali Novel “Gita Cinta dari SMA” dengan pengemasan yang lebih segar dan menarik, namun tidak meninggalkan originalitas kisah Galih dan Ratna yang sudah sangat melegenda.

Film “Gita Cinta dari SMA” yang berlatar tahun 1980-an bercerita tentang RATNA SUMINAR
(Prilly Latuconsina), sang siswi baru bertemu dengan GALIH RAKASIWI (Yesaya Abraham) sebagai sosok yang dingin dan cuek.

Hingga kemudian keduanya saling terpikat.
Namun,hubungan mereka ditentang oleh Ayah Ratna (Dwi Sasono). berbagai cara digunakan untuk memisahkan mereka. Akankah Galih dan Ratna menerima kenyataan jika kisah kasih mereka, memang tak kan pernah sampai?

Film “Gita Cinta dari SMA” ssekaligus menjadi film debut aktor muda berbakat, Yesaya Abraham. Dalam film, Ia akan berduet dengan Prilly Latuconsina yang telah berpengalaman
dalam dunia peran. Kemudian, sejumlah pemeran lain yang sudah memiliki pengalaman dan reputasi yang tinggi juga ikut menghidupkan film “Gita Cinta dari SMA”.

Di antaranya, Prilly Latuconsina, Arla Ailani, Chantiq Schagerl, Abun Sungkar, Fadi Alaydrus, Dewi Gita, Putri Ayudya, Dwi Sasono, Unique Priscilla, Sita Nursanti, Irgi Fahrezi, Augie Fantinus, Fitria Sechan, Nugie, Asty Ananta, Calvin Jeremy dan sederet nama pemeran lainnya.

Selain itu, untuk memeriahkan perilisan film “Gita Cinta dari SMA”, Starvision turut menggandeng platform distribusi video singkat terdepan, TikTok sebagai official content partner.

Mulai dari 22 Februari 2023 mendatang, para pencinta film romansa maupun pengguna TikTok di Indonesia bisa mengakses berbagai konten eksklusif persembahan Starvision seperti trailer, sinopsis, bloopers, behind the scenes, hingga klip wawancara bersama para kru dan pemain “Gita Cinta dari SMA” melalui akun TikTok @StarvisionMovie.

Nantikan kabar terbaru dari film “Gita Cinta dari SMA” melalui kanal sosial media film “Gita
Cinta dari SMA”.

“Gita Cinta dari SMA” dapat disaksikan di Bioskop seluruh Indonesia mulai 9 Februari 2023.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Film

Poster Mencekam Film “Cerita Sofi” Ungkap Teror yang Menanti di Balik Liburan Keluarga

Published

on

By

FokusIndonesia.com, Jakarta – 5 April 2024, Bangun Pagi Pictures merilis official poster dari Film horor berjudul Cerita Sofi. Film karya sutradara Ivan Bandhito ini siap tayang di tahun 2024. Film ini bercerita tentang karakter bernama Sofi dan empat saudaranya yang mengalami kejadian tragis saat liburan di kampung halaman mereka. Ulah kelalaian salah satu dari mereka membawa mereka kepada terror yang menghantui dan misteri yang harus mereka pecahkan ditengah konflik pribadi yang berkecamuk dan rekonsiliasi mereka sebagai keluarga.

Poster film ini menampilkan sosok perempuan yang berlumuran darah dan membawa boneka lusuh dengan tagline “kenapa kalian tinggalin aku?” bagian dari sneek peek dibalik teror film Cerita Sofi. Kombinasi warna gelap dan pencahayaan jingga yang dramatis menciptakan atmosfer yang menegangkan sekaligus menggugah rasa ingin tahu penonton ada cerita apa di dalam film Cerita Sofi?

Jonathan HM selaku produser eksekutif menyampaikan “kekuatan utama film Cerita Sofi selain pada sosok hantu yang mencekam, juga lebih ke misteri yang akhirnya terungkap dibalik teror yang menghantui di film ini”.

Redaksi mendapati hal menarik lainnya dari sutradaranya Ivan Bandhito yang juga dosen senior di Institut Kesenian Jakarta – IKJ.

“Film ini mengisahkan tentang seorang karakter Sofi dan empat saudaranya yang terkena bencana saat liburan di kampung halaman Abah. Akibat kelalaian salah satu dari mereka, membuat kelima kakak beradik ini harus mengalami sebuah pristiwa tragis dan penuh terror. Terror yang menghantui dan penuh misteri ini harus segera dipecahkan ditengah konflik pribadi yang berkecamuk dan rekonsiliasi mereka sebagai keluarga,” papar Ivan lugas.

Sementara itu dibeberkan line up pemain menampilkan sederet nama-nama pemain muda dan berbakat, seperti salah satunya Sarah Beatrix yang berperan sebagai Sofi.

Lalu ada juga Joshua Suherman, Annette Edoarda, Naura Hakim dan Irsyadillah yang bereperan sebagai kakak beradik dari anak Abah yang dimainkan oleh Egi Fedly.

Selain itu ada juga beberapa pemain senior seperti Roweina Umboh, Ferry Salim, Julian Kunto dan Natasha Germani sebagai cameo.

Jojo (Joshua Suherman), merupakan anak tertua Abah yang memiliki sifat cuek dan malas, namun ia sangat menyayangi keluarganya.

Angga (Irsyadillah), anak kedua yang sangat penyabar dan penuh logika cara berfikirnya, namun sifat bapernya lebih besar dibanding saudaranya yang lain.

Momo (Annette Edoarda), anak ketiga Abah yang berkepribadian cuek, slengean dan mahasiswa film yang sekolahnya gak kelar-kelar.

Nindi (Naura Hakim), anak ke empat Abah yang memiliki perasaan yang paling paling halus, sensian dan mudah tersinggung.

Sedangkan Sofi (Sarah Beatrix), anak bungsu Abah yang sangat penurut, baik hati serta penuh hormat kepada keluarganya.

“Yang menarik dari Cerita Sofi,
sejak awal saya dipanggil oleh produser Faisal Helmy dan membicarakan cerita ini saya langsung tertarik dengan pernyataan pak Jonathan sebagai EP yang mengatakan bahwa dia ingin membuat film horror yang tidak horror. Bagi saya steatment ini cukup menantang.
Film Cerita Sofi merupakan sebuah penawaran treatment baru dalam genre film horror yang belakangan sangat marak kita lihat. Gempuran pasar global industry film di tanah air, khususnya film bergenre horror yang identik dengan settingan dusun dan balutan agama sebagai identitas moral, merupakan hal yang tidak mudah untuk di “lawan”. Namun saya percaya bahwa dalam genre film apapun pasti memiliki sub dengan gaya yang berbeda-beda, hingga pemahaman tentang sebuah genre film tidak sempit. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam genre horror pun banyak yang menggunakan sub bagian seperti horror komedi, horror romance, horror thriller, horror psikologi dan lainnya,” papar Ivan lugas.

Menurutnya Cerita Sofi mengajak penonton untuk masuk ke dalam sebuah pristiwa baka yang mana nalar serta logika perlu digunakan untuk menikmatinya. Dalam hal ini, ia mencoba untuk menerapkannya dari dua aspek tentang pandangannya terhadap perilaku setan seperti yang banyak digambarkan. Aspek pertama merupakan sebuah alur cerita yang memiliki sebab akibat yang jelas sehingga penonton mampu membaca persoalan yang ditawarkan. Aspek kedua merupakan sebuah logika berfikir tentang rasa ketakutan/kecemasaan yang berlebihan hingga akhirnya sebuah ilusi tentang setan itu bisa muncul.

Dari dua aspek tersebut Ivan membuat sebuah treatment film horror klasik dengan nuansa drama keluarga yang mana pola jumpscare akan sangat halus diperlihatkannya.

Menarik bagi redaksi dan penting untuk Anda ketahui.

Darah dan penyiksaan yang kerap ada dalam film-film horror, disini Ivan tiadakan karena ia ingin membawa penonton ke dalam sebuah pengalaman/realita baru ketika ada dalam ruang ketakutan. Hal ini pun diperkuat dengan unsur suara-suara yang tidak identik hanya untuk memberi kesan seram semata.

Semoga nantinya film Cerita Sofi ini bisa di terima serta dinikmati oleh para pencinta film Indonesia, khususnya pecinta film horror.

Lanjut berkenaan proses produksi film, Ivan yang baru saja momong anak yang lucu dan gemesin semangat buka-bukaan bahwa filmnya kali ini menghabiskan waktu yang cukup panjang, mulai dari development cerita, mengumpulkan team serta diskusi-diskusi kreatif yang memakan waktu selama 4 bulan hingga akhirnya film ini bisa diselesaikan. Pra produksi sendiri berlangsung selama satu bulan dengan agenda yang cukup padat. Sedangkan proses produksinya sendiri berlangsung selama 15 hari shooting day. Produksi film ini dilakukan di bulan Maret 2023 yang mana dibulan tersebut intensitas hujannya sedang lumayan tinggi, sedangkan lokasi utama kami berada di desa Ciloto Puncak Jawa Barat.

Selama persiapan dari pra produksi hingga produksi semua berjalan sesuai dengan time line yang sudah dibuat, walaupun pada saat pelaksanaannya cukup berat karena ada beberapa hari yang harus dilewati dengan muculnya hujan.

Setelah menyelesaikan shooting film kita menghabiskan kurang lebih dua bulan untuk menyelesaikan proses offline hingga online film.

Film Cerita Sofi Segera Tayang tahun 2024.

Continue Reading

Film

GALA PREMIERE “DUA HATI BIRU”: HADIAH UNTUK KELUARGA INDONESIA DI MOMEN LEBARAN 2024

Published

on

By

FokusIndonesia.com, Jakarta, 4 April 2024 – Setelah menerima sambutan hangat dari masyarakat atas peluncuran trailer dan poster resminya. Film “DUA HATI BIRU” memukau para tamu undangan lewat Gala Premiere yang berlangsung di Epicentrum XXI pada 4 April 2024.

Gala Premiere dihadiri oleh para produser, sutradara, penulis. dan pemeran film “DUA HATI BIRU.” “Kami tidak menyangka animo yang begitu besar dari masyarakat terhadap kelanjutan kisah Dua Garis Biru. “DUA HATI BIRU” yang hadir sebagai hadiah untuk keluarga Indonesia, dan kami berharap film ini dapat menjadi wadah refleksi dan diskusi hangat. terutama saat momen libur Lebaran ketika keluarga berkumpul,” ujar Chand Parwez Servia, produser film “DUA HATI BIRU.”

“Kami berharap bahwa film ini dapat menjadi ruang bagi banyak ccrita yang membawa harapan baik tentang keluarga, serta membuka jalan komunikasi lebih akrab,” lanjut Chand Parwez Servia.

Sebagai kisah kelanjutan keluarga kecil Bima, Dara dan Adam, “DUA HATI BIRU” akan membahas lika-liku kehidupan berkeluarga yang dialami oleh pasangan muda, tantangan dalam mengurus anak dan juga upaya pasangan keluarga muda untuk menyeimbangkan peran masing-masing baik sebagai orangtua bagi anak mereka, sebagai anak dari orangtua masingmasing, dan juga sebagai teman hidup satu sama lain.

“Film “DUA HATI BIRU” ingin menggambarkan perjuangan merekatkan hubungan keluarga kita yang tak sempurna. Tumbuh menjadi satu keluarga tak hanya butuh cinta, tapi juga butuh ilmu serta konsistensi untuk menerapkannya. Semoga film ini akan menambah kehangatan keluarga yang menontonnya dan motivasi belajar untuk yang akan atau baru berkeluarga,” ujar Gina S. Noer yang merangkap produser, penulis skenario, dan sutradara bersama Dinna Jasanti.

“Kerja kolaboratif dalam DUA HATI BIRU menjadi nyawa dalam produksi ini, sehingga kami berhasil melahirkan film keluarga yang hangat. Semoga pesan baik Film ini bisa tersampaikan untuk seluruh keluarga di Indonesia” tambah Dinna Jasanti selaku sutradara. “DUA HATI BIRU” diperankan oleh Angga Yunanda sebagai Bima, Nurra Datau sebagai Dara, dan aktor cilik Farrell Rafisgy sebagai Adam yang akan menjadi anak dari Bima dan Dara. Perpaduan ketiga aktor ini akan menghangatkan layar bioskop sebagai sebuah keluarga kecil yang akhirnya bertemu setelah 4 tahun terpisah.

Kehadiran Farrell di depan layar juga memukau dengan aksi gemasnya yang sckaligus menjadi pengingat pentingnya edukasi parenting anak dari Film ini. Kisah yang menyoroti lika-liku keluarga muda ini juga menghadirkan sisi yang entertaining dengan kehadiran pemeran Keanu Angelo, yang menjadi sahabat Bima dan Dara. Dengan mulutnya yang terdengar seperti ceplas-ceplos, tetapi Keanu yang berperan sebagai Igi memperlihatkan betapa krusialnya komunikasi keluarga.

Terlebih, ketika Bima dan Dara dihadapkan pada krisis seperti kondisi ekonomi dan cara menghadapi mertua masing-masing. “DUA HATI BIRU” akan dirilis pada tanggal 17 April 2024 di seluruh Bioskop Indonesia dan akan melakukan tur promosi di sekitar Jakarta selama periode libur Lebaran, dan di berbagai kota besar di tanah air pada saat tayang di Bioskop.

Ini merupakan kesempatan istimewa bagi para penggemar film untuk menyaksikan “DUA HATI BIRU” di layar lebar, sambil merayakan semangat kebersamaan dan kehangatan keluarga. (Red)

Continue Reading

Film

Film “Siksa Kubur” Tayang 11 April 2024, Momen Lebaran Penuh Renungan dan Kehangatan Keluarga

Published

on

By

Film “Siksa Kubur” akan membuat penonton berzikir di bioskop dan membuat sedih serta haru saat menontonnya.

Fokusindonesia.com, Jakarta, 3 April 2024 — Film persembahan rumah produksi Come and See Pictures dari sutradara Joko Anwar dan produser Tia Hasibuan, “Siksa Kubur” akan menghangatkan keluarga Indonesia di bioskop mulai 11 April 2024, tepat di momen Lebaran. Bukan sekadar horor biasa, “Siksa Kubur” menghadirkan cerita yang menyentuh hati dan mengingatkan kita tentang pentingnya komunikasi, pengertian, dan kehangatan keluarga.

Setelah kedua orangtuanya jadi korban bom bunuh diri, Sita jadi tidak percaya agama. Sejak saat itu, tujuan hidup Sita hanya satu: mencari orang yang paling berdosa dan ketika orang itu meninggal, Sita ingin ikut masuk ke dalam kuburannya untuk membuktikan bahwa Siksa Kubur tidak ada dan agama tidak nyata. Namun, tentunya ada konsekuensi yang mengerikan bagi mereka yang tak percaya.

Film “Siksa Kubur” akan menghadirkan akting yang sempurna dari pemeran utama Faradina Mufti sebagai Sita dan Reza Rahadian sebagai Adil. Ditambah jajaran ansambel yang mayoritas merupakan pemenang dan peraih nominasi Piala Citra FFI, serta para pendatang baru yang menjanjikan. Mereka di antaranya adalah Christine Hakim, Fachri Albar, Happy Salma, Slamet Rahardjo, Arswendy Bening Swara, Niniek L Karim, Jajang C. Noer, Djenar Maesa Ayu, Putri Ayudya, Runny Rudiyanti, Haydar Salishz, Afrian Arisandy, Ramadhan Al Rasyid, Tony Merle, Mian Tiara, Henry Manampiring, Widuri Puteri dan Muzakki Ramdhan.

“Siksa Kubur” tidak hanya menyajikan adegan-adegan horor yang akan membuat kita mengingat dosa dan berzikir di bioskop tapi secara mendalam juga berbicara tentang apa yang sudah diperbuat di dalam hidup dan mempertanyakan diri sendiri tentang apa yang salah. Dengan cerita luar biasa yang berfokus pada karakter dan ceritanya, membuat “Siksa Kubur” sebagai film horor yang merasuk jiwa dan menjadi pengingat pentingnya hadir untuk anggota keluarga.

“Dengan tayangnya film “Siksa Kubur” di momen lebaran, semoga bisa memberikan bahan renungan bagi kita semua. Selama ini mungkin saja kita menormalisasi dosa, dengan menonton “Siksa Kubur” kita diajak untuk me-reset lagi. Mempertanyakan kembali, apakah benar kita beragama dan percaya dengan Tuhan, kalau masih menormalisasi dosa. Mari tanyakan pada diri kita masing-masing,” kata sutradara “Siksa Kubur” Joko Anwar.

“Selama ramadan, kita menahan hawa nafsu dan memerangi segala sesuatu yang membuat kita berdosa. Di hari kemenangan, mungkin kita lupa terhadap itu. Jadi “Siksa Kubur berupaya untuk mengingatkan kembali,” tambah Joko.

Lewat konsep penceritaan yang tidak menggurui, “Siksa Kubur” juga bisa mengajak penonton setelahnya untuk berdiskusi dan ngobrol bersama keluarga. Nilai universalitas yang ada di film juga membuat “Siksa Kubur” pun bisa dinikmati oleh seluruh kalangan penonton.

Pemeran Adil, Reza Rahadian, mengatakan alih-alih menjustifikasi penonton, cara bertutur film “Siksa Kubur” justru mengajak penonton untuk bertanya terhadap diri sendiri. Ia berharap setelah menonton “Siksa Kubur” para penonton juga bisa berefleksi bersama keluarga mereka.

“Film ini juga berbicara tentang kehilangan anggota keluarga yang sangat berarti. Ketika ditonton bersama keluarga saat lebaran, semoga bisa menjadi momen reflektif bukan saja secara personal tapi bersama. Seperti apa yang sudah kita perbuat untuk orangtua, saudara, dan apa saja yang sudah kita lakukan selama ini. Jadi ini menjadi refleksi bagi bersama untuk keluarga,” kata Reza Rahadian.

“Siksa Kubur” tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada lebaran tahun ini, mulai 11 April 2024. Ikuti terus informasi terbaru dan perkembangan film “Siksa Kubur” di Instagram @comeandseepictures.

Continue Reading

Trending