Connect with us

Nasional

MINIMALISIR GANGGUAN DALAM PENUGASAN, KOLINLAMIL GELAR LATIHAN FUNGSI INTELIJEN

Published

on

Fokusindonesia.com, Berita Kolinlamil TNI AL, 6 Februari 2023 – Keberadaan personel intelijen dalam suatu kesatuan dapat diibaratkan sebagai tulang punggung dalam mencegah terjadinya suatu tindakan yang tidak diharapkan dan berkonsekuensi merugikan satuan. Untuk mewujudkan personel intelijen yang mumpuni perlu diselenggarakan suatu latihan guna meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan personel intelijen Kolinlamil secara optimal dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas. Pada Triwulan I ini, Staf Intelijen Kolinlamil mengadakan pelatihan fungsi Intelijen yang diikuti oleh personel intelijen baik dari staf Mako maupun Satuan Lintas Laut Militer.

Latihan Fungisonal Intelijen Kolinlamil diselenggarakan dengan mengambil tema “Meningkatkan Profesionalisme Personel Intelijen Kolinlamil dalam Mendukung Kegiatan dan Operasi” dibuka oleh Pjs. Asisten Intelijen Pangkolinlamil Letkol Laut (KH) Mokhamad Yasin di Gedung Laut Natuna Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (6/2). Latihan fungsional ini dilaksanakan bertujuan untuk mengasah kembali naluri intelijen personel intelijen jajaran Kolinlamil agar dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diterima serta mampu melaksanakan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Diharapkan kegiatan ini nantinya akan dapat meningkatkan kemampuan serta profesionalisme personel Sintel Kolinlamil serta untuk meningkatkan dan memelihara kemampuan prajurit intelijen Kolinlamil dalam melaksanakan tugas secara tepat dan benar,” ucap Letkol Mokhamad Yasin.

Panglima Kolinlamil Laksda TNI Yayan Sofiyan menegaskan bahwa Latihan Fungsional Intelijen di lingkungan Kolinlamil sebagai wahana untuk melatih jajarannya dalam merespon perkembangan lingkungan strategis baik pada tataran global, regional dan nasional yang semakin kompleks. Hal ini sesuai dengan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali bahwa Prajurit TNI AL harus selalu tingkatkan kesiapan operasional, baik alutsista maupun satuan-satuan operasi diikuti dengan peningkatan kemampuan (capability) dalam menjawab panggilan tugas yang saat ini selalu berkembang secara dinamis.

“Untuk meminimalisir adanya kerawanan yang dimungkinkan akan mengganggu, menghambat atau menggagalkan gelar operasi baik di pendirat maupun unsur KRI maka dukungan data intelijen sangat diperlukan baik ketika unsur KRI akan berangkat, sedang berlayar maupun ketika berada di daerah operasi.” ujar Panglima Kolinlamil. (Dispen Kolinlamil)

#kasal
#tni_angkatan_laut
#jalesvevajayamahe
#indonesiannavy

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nasional

Gotong Royong Dalam Closing Ceremony, Indonesia Berhasil Pimpin WWF Ke-10 Berkat Kolaborasi Semua Pihak

Published

on

By

FokusIndonesia.com, Bali – World Water Forum ke-10 di Bali selesai digelar. Indonesia, sebagai tuan rumah, kembali berhasil memimpin event akbar berstandar internasional dengan sukses sehingga mendapatkan banyak pujian dan apresiasi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan apresiasinya atas kolaborasi semua pihak sehingga acara WWF ke-10 ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

“Saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya atas kerjasama yang baik antara pemerintah Republik Indonesia;” kata Menteri Basuki.

Basuki menambahkan bahwa sinergitas dan kontribusi seluruh pihak harus terus terjalin untuk menuntaskan isu perubahan iklim dunia.

“Pekerjaan kita di sini belum usai, namun harus terus mengalami improvement ke depan, bagaimana pentingnya untuk melanjutkan komitmen kita dengan aksi nyata,” pesan Basuki.

Sementara itu, Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon merasa kagum melihat Indonesia menggelar WWF Ke-10 2024 Bali. Perhelatan WWF Bali, diakui Loic, jauh lebih profesional dibanding penyelenggaraan WWF sebelumnya.

Dalam pidato penutupan, Loic menyatakan bahwa selama seminggu ini, Indonesia adalah ibu kota air dunia dan Bali sebagai pusat air dunia.

“Teman-teman Indonesia terima kasih telah mempersiapkan forum ini dengan baik dan penuh keramahan, terima kasih,” tutur Loic.

Dirinya menyampaikan harapan untuk rakyat Indonesia dan untuk seluruh dunia, yakni stabilitas, solidaritas, kemakmuran dan keamanan.

“Dengan stabilitas, solidaritas, kemakmuran dan saya juga akan menambahkan, keamanan, ini adalah harapan saya untuk seluruh rakyat Indonesia dan seluruh dunia. Terima kasih atas forum yang luar biasa ini dan jadilah pejuang air dunia seperti Indonesia,” tutup Loic.

Di akhir closing ceremony, ditandai dengan penyerahan tuan rumah World Water Forum Ke-11 pada 2027 mendatang kepada Arab Saudi.

Untuk diketahui, data terakhir menunjukkan bahwa event WWF ke-10 Bali memiliki peserta terbanyak. Selain itu penyelenggaraan event akbar ini jauh melebihi harapan para delegasi, sehingga mendapatkan banyak pujian.

Tercatat berbagai panel dalam diskusi telah diikuti sebanyak 50 ribu orang. Menurut Loic, WWF ke-10 di Bali juga menjadi penanda kejayaan diplomasi Indonesia.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PBB Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan bahwa pihak PBB mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam merumuskan deklarasi dan komitmen bersama mengatasi persoalan air dan sanitasi di WWF Ke-10.

“Atas nama PBB, saya ingin menyatakan penghargaan atas kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Pemerintah Indonesia dalam menyelenggarakan forum penting ini,” kata Armida.

WWF ke-10 di Bali, menghasilkan Deklarasi Menteri untuk memperkuat ketahanan air global. Deklarasi Menteri disahkan di akhir Pertemuan Tingkat Menteri WWF ke-10 yang dihadiri oleh 106 negara dan 27 organisasi Internasional. [-red]

Continue Reading

Nasional

WWF ke-10 Bali : Indonesia Rangkul Dunia Wujudkan Keamanan Air Bersama

Published

on

By

Bali – World Water Forum (WWF) ke-10 di Nusa Dua Bali, Indonesia merangkul negara-negara berkolaborasi dalam membagi inovasi dan mendapatkan solusi konkret mewujudkan keamanan air bagi dunia.

Gelaran World Water Forum (WWF) ke-10 mencapai keberhasilan sesuai dengan yang diharapkan. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengapresiasi pelaksanaan World Water Forum (Forum Air Dunia/WWF) ke-10 di Nusa Dua, Bali, sebagai upaya menyusun strategi menangani masalah air dan mewujudkan keamanan air bagi dunia.

Ia mengingatkan bahwa investasi terhadap air merupakan investasi untuk melindungi pembangunan dan kesehatan manusia.

“Emas biru, begitu julukannya, selalu menjadi sumber daya utama dan bernilai simbolis tinggi bagi semua orang, dan akses air menjadi salah satu faktor independensi dan inter-independensi antar bangsa,” katanya melalui siaran daring.

Macron menambahkan bahwa Forum WWF ini semakin mendesak karena komunitas global saat ini harus merespons tantangan akibat dampak perubahan iklim terhadap siklus air yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia.

“Terlebih, dalam sembilan dari 10 kasus, air menjadi inti atas tantangan beradaptasi terhadap perubahan iklim,” ucap.

Menurutnya, Bali sebagai tempat berlangsungnya pertemuan yang disebutnya “menginspirasi gerakan internasional”, seperti yang terjadi saat KTT G20 pada 2022, di mana Prancis menjadi salah satu anggotanya.

Sebelumnya, di tingkat parlemen, kaukus parlemen menjadi forum yang mempercepat hadirnya solusi terhadap persoalan air, termasuk akses terhadap air bersih.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan, Kaukus ini sebenarnya sama tujuannya yakni menggerakkan semua anggota parlemen mengawal isu air.

Sidang pleno Parliamentary Meeting bertema “Water Diplomacy, Cooperation, and Science for Peace”. Putu tampil sebagai pembicara bersama Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB, Armida Alisjahbana; Presiden Club de Madrid, Danilo Turk; Wakil Presiden Asosiasi Hidrogeolog Australasia-Pasifik dan Pasifik, Sarah Bourke; serta Anggota Majelis Nasional Pantai Gading, Euphrasie Liliane-Chantal Yameogo.

Kaukus parlemen ini dapat dipraktikkan di negara-negara peserta The 10th World Water Forum,” kata Putu Supadma.

Di Indonesia, Putu menjadi inisiator pembentukan Water Caucus secara simbolis di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta. Bahkan Putu yang juga anggota Biro Komite Inter-Parliamentary Union (IPU) akan mendorong terbentuknya kaukus di kalangan anggota IPU dari 190 negara.

“Kaukus parlemen ini bisa mengakselerasi agenda air dunia,” kata Putu.

Parliamentary Meeting merupakan bagian dari sesi politik World Water Forum ke-10 yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali dengan tema besar Air untuk Kesejahteraan Bersama atau Water for Shared Prosperity. Adapun tema Parliamentary Meeting adalah ‘Mobilizing Parliamentary Action on Water for Shared Prosperity’

Sebuah deklarasi tingkat menteri juga berhasil disahkan dalam forum tersebut. Usulan Indonesia yang tercakup dalam deklarasi itu adalah pendirian Pusat Keunggulan untuk Ketahanan Air dan Iklim, penetapan Hari Danau Sedunia melalui resolusi PBB, dan pengarusutamaan isu pengelolaan air untuk negara-negara berkembang di pulau-pulau kecil.

Selain itu, kompendium aksi konkret yang mencakup 113 proyek di sektor air dan sanitasi senilai Rp148,94 triliun turut disahkan dalam WWF ke-10. [-red]

Continue Reading

Nasional

WWF 2024 Sepakati Penanganan Isu Air Sebagai Agenda Prioritas

Published

on

By

Nusa Dua, Bali – World Water Forum (WWF) ke-10 yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) berhasil menyusun suatu komunike sebagai wujud upaya bersama parlemen untuk mengatasi krisis air.

“Kita telah meneguhkan komitmen-komitmen untuk memperbaiki alokasi sumber daya dan anggaran yang proporsional untuk air bersih,” kata Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Puan pun menekankan pentingnya terobosan untuk ketahanan air demi kemakmuran masyarakat dunia. Ia mengatakan, telah berhasil dibahas poin-poin penting untuk rekomendasi sejalan dengan tema WWF ke-10 dalam pertemuan parlemen.

Temanya adalah Mobilizing Parliamentary Action on Water for Shared Prosperity yang berarti air untuk kesejahteraan seluruh manusia tanpa terkecuali.

“Bersama-sama kita sepakat untuk menjadikan isu air sebagai agenda prioritas parlemen di negara kita masing-masing dan juga pada tingkat global,” ujar Puan.

Puan mengajak seluruh multipihak terkait bersama-sama memperkuat komitmen untuk menyediakan air bersih tanpa status sosial, agama, dan ekonomi.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengatakan negara-negara di dunia perlu menegaskan kembali komitmennya terhadap ketahanan air.

“Saya yakin bahwa kita semua memiliki komitmen dan dukungan yang sama untuk mencapai ketahanan air dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa depan. Kolaborasi antarpemerintah sangat penting untuk mengarusutamakan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu di semua tingkatan,” kata Mendagri saat memimpin forum pertemuan tingkat menteri.

Tito menekankan, akses terhadap air minum yang bersih dan aman bukan hanya sekedar Hak Asasi Manusia (HAM), tetapi merupakan landasan kesehatan, martabat, dan kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita tegaskan kembali komitmen kita untuk menjadikan air minum bersih dapat diakses oleh semua orang, melalui inovasi dan kolaborasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memaparkan bahwa forum air terbesar di dunia tersebut harus menjadi momentum negara-negara di dunia untuk merevitalisasi aksi nyata dan komitmen bersama dengan berbagi pengetahuan, mendorong solusi inovatif, dan mewujudkan manajemen sumber daya air terintegrasi.

“Ini untuk meneguhkan komitmen dan merumuskan aksi nyata terkait pengelolaan air inklusif dan berkelanjutan,” ujar Jokowi.

Hal ini dikatakan Presiden RI, karena air memegang peran penting dan sentral bagi kehidupan umat manusia. Bahkan begitu pentingnya hingga air disebut sebagai the next oil di masa depan.

Untuk itu, Indonesia mengangkat empat inisiatif baru, yaitu penetapan World Lake Day, pendirian Center of Excellence di Kawasan Asia Pasifik untuk ketahanan air dan iklim, tata kelola air yang berkelanjutan di negara-negara pulau kecil, dan penggalangan proyek-proyek air untuk memastikan komitmen politik kita menjadi aksi nyata.

“Air bukan sekadar produk alam, tetapi produk kolaborasi yang saling menghubungkan dan mempersatukan kita. Preserving water is our collective responsibility,” pungkas Presiden Jokowi.

Continue Reading

Trending