Connect with us

MABES TNI

Natal Tiba Semua Bersuka Cita Tanpa Kendala di Kampung Toray

Published

on

Merauke,- Momen yang ditunggu telah datang, bertempat di kampung Toray distrik Sota, Kab. Merauke, Personel Satgas Yonif 726/Tml berikan rasa aman dan damai dalam pelaksanaan Hari Raya Natal di Gereja Kristen Indonesia Jemaat Immanuel, Senin (25/12/2023).

Lettu Inf Asgar bersama personel Pos Toray melakukan penjagaan untuk memastikan bahwa perayaan ibadah Natal di perbatasan RI-PNG tahun ini dapat berjalan penuh kasih dengan pengamanan yang intens bersama aparat terkait.

Hal ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa keberadaan Satgas Yonif 726/Tml, selain menjaga keutuhan NKRI di wilayah perbatasan juga memberikan rasa aman dalam pelaksanaan hari-hari besar keagamaan khususnya perayaan Natal tahun ini.

Authentifikasi : Penerangan Satgas Yonif 726/Tml

Foto : Satgas Yonif 726/Tml

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

TNI AL

TIM F1QR TNI AL Lanal Dumai Berhasil Gagalkan Penyelundupan Narkoba Jenis Sabu-Sabu Seberat 11,668 KG

Published

on

By

TNI AL, Dumai,- Fleet One Quick Respond (F1QR) TNI AL Lanal Dumai Berhasil menggagalkan dan mengamankan 1 (satu) unit speed boat 60 PK dan 3 (tiga) orang ABK diduga tersangka pelaku penyeludupan Narkotika jenis Sabu-Sabu seberat 11,668 Kg yang dimasukkan dalam tas karung warna biru dari Linggi Malaysia, di Perairan Selinsing, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (16/7/2024).

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel, pada acara press conference yang dilaksanakan di Loby Mako Lanal Dumai mengatakan, keberhasil Tim F1QR Lanal Dumai menggagalkan penyeludupan Narkoba tersebut berawal dari informasi di lapangan yang dikembangkan dan diduga akan ada penjemputan barang yang diduga Narkoba menggunakan Speed Boat mesin 80 PK jenis Pompong dari Malaysia.

Setelah mendapatkan perintah dari Danlanal Dumai, Tim F1QR Lanal Dumai bergerak menuju Perairan Selinsing Kabupaten Bengkalis menggunakan speed boat patroli mesin 200 PK yang dipimpin oleh Danposal Tanjung Medang dengan 2 orang personel Lanal Dumai untuk melaksanakan pengendapan dan penjejakan di Perairan Selinsing Kabulaten Bengkalis, dan Pukul 22.28 WIB, Tim F1QR Lanal Dumai mendeteksi 1 (satu) unit speed boat mencurigakan kemudian melaksanakan Prosedur Jarkaplid yang sempat diwarnai aksi kejar-kejaran sehingga Tim F1QR Lanal Dumai memberikan tembakan peringatan sebanyak 1 kali ke udara serta menabrakkan speed boat patroli Lanal ke Speedboat pelaku yang diduga membawa Narkoba.

“Salah satu personel F1QR Lanal Dumai melaksanakan boarding dengan cara melompat ke speed boat pelaku dan berhasil mengamankan 3 (tiga) orang ABK, kemudian Tim F1QR Lanal Dumai melaksanakan interogasi untuk menanyakan keberadaan barang yang mereka bawa diduga Narkoba, dan pelaku mengakui bahwa barang yang mereka bawa berisi Narkoba diletakkan sekitar 350 meter dari titik lokasi penangkapan, kemudian Tim F1QR Lanal Dumai mengecek barang tersebut dan berhasil menemukan sebuah tas karung warna biru berisi 11 (sebelas) bungkus teh cina dengan merk Guanyinwang diduga berisi Narkoba dan menaikkan ke speedboat pelaku,” terang Danlanal Dumai.

Hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka “S” (41 tahun), “A” (54 tahun) dan L (20 tahun), ketiganya merupakan warga Rupat Kabupaten Bengkalis, mengaku menjemput barang tersebut dari Linggi Malaysia dengan menggunakan speed boat 60 PK.

Keberhasilan pengungkapan dan penangkapan penyelundupan narkoba di Perairan Selinsing Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai ini tidak lepas dari terjalinnya sinergitas yang baik antara Tim F1QR Lanal Dumai bersama Tim Bea Cukai Dumai dalam hal ini dari Tim Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP B Dumai.

Untuk diketahui bahwa Sabu-Sabu seberat 11,668 Kg dengan nilai sebesar ± Rp. 40.838.000.000,- tersangka pelaku diduga melanggar Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ketiga tersangka dan Barang Bukti diserahkan ke BNNP Riau untuk diproses lebih lanjut.

Penggagalan dan penangkapan penyelundupan narkoba ini merupakan wujud komitmen TNI AL dalam hal ini Lanal Dumai dalam memberantas segala bentuk upaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

(Pen Lanal Dumai)

Continue Reading

TNI AL

Komandan Lanal Sabang Sambut Kedatangan Presiden RI di Provinsi Aceh

Published

on

By

TNI AL, Sabang,- Komandan Lanal Sabang (Danlanal Sabang) Kolonel Laut (P) Gita Muharam, M.Sc., beserta unsur Forkopimda Aceh ikut serta menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) dan transit di Provinsi Aceh, bertempat di Bandara Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Boeng Bakjok, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (16/07/2024).

Kedatangan Presiden Republik Indonesia ke Provinsi Aceh menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ-2/A-001, ETA, TBA, dalam rangka melaksanakan Kunjungan Kerja ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), sekaligus transit terlebih dahulu di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Provinsi Aceh untuk melakukan pengisian bahan bakar pesawat.

Selama melaksanakan Transit di Ruang VIP/VVIP Room Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo mendapatkan pengamanan yang maksimal oleh Tim PAM VVIP dari berbagai sektor termasuk unsur Pengamanan Jalur Laut.

Turut hadir menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, Komandan Lanal Sabang beserta unsur Forkopimda Provinsi Aceh.

(Pen Lanal Sabang)

Continue Reading

TNI AL

DANLANTAMAL III JAKARTA HADIRI ACARA PEMBEKALAN KASAL KEPADA PERWIRA REMAJA AKADEMI ANGKATAN LAUT ANGKATAN-69 TA 2024

Published

on

By

TNI AL-Dispenlantamal3. Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto, S.E., M.M. menghadiri acara pembekalan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla. kepada Perwira Remaja (Paja) Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan-69 TA 2024 dihadiri Wakasal Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma, S.E., M.M., M.Sc., Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali dan Wakil Ketua Umum Jalasenastri Ny. Ketty Erwin S. Aldedharma, bertempat di gedung Balai Samudera Jl. Boulevard Barat Raya No. 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (16/07/2024).

Kasal dalam pembekalannya mengatakan “Pada awal kemerdekaan, Indonesia masih banyak menggunakan produk hukum kolonial Belanda termasuk diberlakukannya aturan yang disebut Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie (TZMKO) atau Undang-Undang Laut Teritorial dan Lingkungan Maritim yang ditetapkan pada tahun 1939. Peraturan TZMKO ini berisi penentuan batas laut teritorial yang membagi wilayah daratan Hindia Belanda dalam bagian-bagian terpisah dengan teritorialnya sendiri-sendiri. Berdasarkan TZMKO ini, setiap pulau baik pulau berukuran besar maupun kecil di wilayah Hindia Belanda mempunyai laut teritorial sendiri-sendiri. Laut teritorial adalah wilayah laut yang membentang ke arah laut sampai jarak tiga mil laut yang diukur dari garis pantai pada saat air surut pada setiap pulau atau bagian pulau yang merupakan wilayah daratannya. Di batas laut teritorial itu merupakan laut internasional atau laut bebas. Konstruksi hukum seperti ini memungkinkan kapal-kapal musuh mampu memata-matai atau bahkan memblokade pulau-pulau yang masuk dalam wilayah Hindia Belanda”.

Selanjutnya Kasal menjelaskan “Pemberlakuan TZMKO berlangsung sampai tahun 1957 dan mengalami perubahan mendasar setelah pengumuman pemerintah Indonesia melalui Perdana Menteri Ir. Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957 yang dikenal dengan Deklarasi Djuanda yang menyatakan bahwa perairan di antara pulau-pulau adalah bagian tidak terpisahkan dari daratan yang mengakibatkan luas wilayah Indonesia bertambah empat kali. Namun yang paling penting adalah daratan dan perairan menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Secara geografis Indonesia terletak di persimpangan dunia dengan wilayah perairan mencapai lebih dari 70 persen, maka wilayah Indonesia menjadi jalan raya dunia yang sangat penting untuk jalur pelayaran internasional. Indonesia memiliki empat dari sepuluh choke point strategis dunia, yaitu Selat Malaka, Selat Lombok, Selat Sunda, dan Selat Ombai Wetar. Apabila laut Indonesia tidak aman maka perdagangan dan ekonomi dunia akan sangat terganggu. Sebagai ksatria Jalasena pengawal samudera, tugas Paja AAL-69 tidaklah mudah dan berbagai tantangan sudah menghadang di depan mata sebelum terjun langsung dalam medan penugasan yang sesungguhnya”.

Sebelum mengakhiri pengarahannya Kasal menekankan “Dengan berbagai tantangan yang dihadapi dan implikasinya, maka diharapkan Perwira Jalasena memiliki kemampuan menjadi manusia yang jujur, setia dan bermanfaat. Menjadi prajurit Jalasena yang patriotis, berani, disiplin dan berdedikasi. Menjadi pemimpin yang adil, bijaksana dan berwibawa serta memiliki kemampuan beradaptasi yang baik”.

(Dispen Lantamal III Jakarta)

Continue Reading

Trending