Connect with us

Nasional

Penuh Haru, Segenap Prajurit dan PNS Melepas Danlanal Bintan Dengan Mengendarai Motor Honda C70

Published

on

Fokusindonesia.com, TNI AL, Bintan,– Kolonel Laut (KH) Farid Ma’ruf, S.H., M.H., menyerahkan Jabatan Komandan Lanal Bintan kepada Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI Kemas M Ikhwan Madani, S.Sos., M.Si., bertempat di Mako Lanal Bintan, Jum’at (17/02/2023).

Acara Penyerahan jabatan Komandan Lanal Bintan diawali dengan pembacaan memorandum oleh Kolonel Laut (KH) Farid Ma’ruf, S.H., M.H., kepada Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI Kemas M Ikhwan Madani, S.Sos., M.Si., kemudian setelah acara memorandum dilaksanakan acara Penyerahan Jabatan Komandan Lanal Bintan.

Acara berlanjut dengan acara ramah tamah, pada kesempatan tersebut Kolonel Laut (KH) Farid Ma’ruf, S.H., M.H., mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang tulus atas segala bimbingan dari rekan perwira juga dukungan dari seluruh personel sehingga dapat terjalin kerjasama yang baik yang pada akhirnya semua tugas dapat terselesaikan.

Selanjutnya disampaikan mohon diri dan do’a restu untuk melaksanakan tugas ditempat yang baru sebagai Dirkum pada Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Acara Penyerahan Jabatan Danlanal tersebut dihadiri oleh Aslog Danlantamal IV, Aspers Danlantamal IV, Aspotmar Danlantamal IV, Kafasharkan Mentigi, Dansatrol Lantamal IV.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama FKPD Bintan beserta seluruh personel Lanal Bintan. Pada saat acara ramah tamah dengan FKPD Lanal Bintan, Kolonel Laut (KH) Farid Ma’ruf, S.H., M.H., mengatakan sehubungan dengan telah berakhirnya tugas kami sebagai Danlanal Bintan, izinkan saya dan keluarga untuk mohon diri dari masyarakat Bintan dan rekan-rekan dari Kabupaten Bintan. Mudah-mudahan keberadaan kami selama di Batam dan Bintan dapat memberikan arti dan manfaat yang positif, dan apabila didalam pelaksanaan tugas kami ada hal-hal yang kurang berkenan, pada kesempatan ini pula dari lubuk hati yang paling dalam kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya.

Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Forkopimda Kota Tanjungpinang, Kota Batam dan Kabupaten Bintan serta para mitra yang telah bersama-sama melaksanakan dan mendukung tugas selama kami menjabat sebagai Danlanal Bintan. Kami sebutkan semua 3 (tiga) Forkopimda karena selama masa jabatan kami, tidak terlepas kemitraan kerja dari 3 (tiga) Forkopimda tersebut. Berawal Lanal Batam di Kota Batam sangat bersinergi dengan Forkopimda Batam, kemudian relokasi ke Tanjung Uban menjadi Lanal Bintan kami bermitra dengan Forkopimda Kabupaten Bintan, dan dilanjutkan hubungan baik dengan Fokopimda Kota Tanjungpinang, yang merupakan Ibukota Provinsi Kepri. Semoga kemitraan dan sinergitas kedepan semakin erat dan terjalin dengan baik untuk kemajuan Provinsi Kepri pada khususnya dan negara Indonesia pada umumnya, selamat tinggal salam hormat dan semoga kesuksesan akan selalu menyertai.

Puncak acara rangkaian acara Penyerahan Jabatan Komandan Lanal Bintan adalah acara perpisahan Kolonel Laut (KH) Farid Ma’ruf, S.H., M.H., dengan seluruh prajurit Lanal Batam (Perwira, Bintara, Tamtama dan ASN Lanal Bintan) yang dipimpin oleh Palaksa Lanal Bintan Letkol Laut (P) Ferry Anton S, M.Tr. Hanla. Acara tradisi Farewell yang menjadi tradisi dilepas dengan suasana penuh haru, karena selama menjabat menjadi Komandan di Lanal Batam hingga menjabat Komandan Lanal Bintan banyak hal yang menjadikan kenangan tersendiri, terbukti Danlanal selalu hadir bersama-sama Prajurit kebanggaannya, juga dengan adanya pelaksanaan relokasi dari Batam ke Bintan bisa berjalan dengan baik, tanpa terkendala sesuatu apapun, sehingga Tupoksi Lanal tetap berjalan dengan baik.

Dan yang lebih menarik perhatian pada acara tradisi pelepasan Komandan Lanal Bintan tersebut, yakni Komandan Lanal Bintan berboncengan dengan Ibu Ketua Jalasenastri Cabang 5 Korcab IV DJA I Ny. Dina Farid Ma’ruf menggunakan sepeda motor Honda C70 melewati barisan Personel Lanal Bintan. Hal tersebut menandakan suatu kesederhanaan sebagai seorang pemimpin.

(Pen Lanal Bintan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukum

PERADIN Buka Kantor Baru di Jakarta: Dorong Penyelesaian Kasus WanaArtha

Published

on

By

Fokusindonesia.com, Jakarta – Ketua Umum Perkumpulan Advokat Indonesia (PERADIN), Assoc. Prof. Dr. Firman Wijaya, S.H., M.H., didampingi oleh Sekretaris Jenderal Dr. Hendrik E. Purnomo, S.H., M.H., meresmikan Kantor Perwakilan Daerah Khusus Jakarta yang bertempat di Pusat Perkantoran Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat, Minggu, 9 Juni 2024.

Acara tersebut dihadiri oleh puluhan perwakilan masyarakat korban Asuransi WanaArtha, termasuk Ketua Aliansi Korban WanaArtha Life, Johanes Buntoro Fistanio. Selain itu, Dr. Benny Wullur, S.H., M.H.Kes, Dr. Andry Christian, S.H., S.Kom, M.TH, C.MD., CLA, serta anggota Aliansi korban Asuransi WanaArtha lainnya yang dikenal sebagai “Para Pejoeng Sandal Jepit” juga turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Firman Wijaya menyampaikan rasa syukur atas pembukaan perwakilan PERADIN di Jakarta Barat. Ia menyebutkan bahwa ini adalah hasil dari perjuangan panjang dan diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus memperjuangkan keadilan bagi masyarakat, terutama bagi korban Asuransi WanaArtha. Firman menegaskan bahwa semangat organisasi PERADIN, yang tercermin dalam lagu Mars PERADIN, didasarkan pada komitmen yang kuat untuk memperjuangkan keadilan bagi semua orang.

“PERADIN didirikan pada tahun 1964 di Surakarta dan telah melahirkan banyak pejuang kebenaran. Kami berharap kehadiran kantor ini akan semakin memotivasi kita semua dalam menyelesaikan persoalan WanaArtha dan mendorong pemerintah untuk segera memenuhi kewajibannya terhadap korban,” kata Prof. Firman.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Advokat Indonesia (Sekjen DPP PERADIN), Hendrik E. Purnomo, juga menyatakan rasa syukurnya atas berdirinya sekretariat PERADIN Jakarta. Ia menyatakan bahwa kantor ini akan menjadi posko khusus untuk memperjuangkan hak-hak para korban Asuransi WanaArtha. “Saya sangat bangga dengan adanya posko khusus ini. Kita akan bersama-sama memperjuangkan hak para korban Asuransi WanaArtha,” ujarnya di lokasi yang sama.

Peresmian kantor ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan pembelaan hukum bagi masyarakat, serta menjadi pusat koordinasi dalam memperjuangkan keadilan bagi para korban Asuransi WanaArtha.

Continue Reading

Nasional

Gotong Royong Dalam Closing Ceremony, Indonesia Berhasil Pimpin WWF Ke-10 Berkat Kolaborasi Semua Pihak

Published

on

By

FokusIndonesia.com, Bali – World Water Forum ke-10 di Bali selesai digelar. Indonesia, sebagai tuan rumah, kembali berhasil memimpin event akbar berstandar internasional dengan sukses sehingga mendapatkan banyak pujian dan apresiasi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan apresiasinya atas kolaborasi semua pihak sehingga acara WWF ke-10 ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

“Saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya atas kerjasama yang baik antara pemerintah Republik Indonesia;” kata Menteri Basuki.

Basuki menambahkan bahwa sinergitas dan kontribusi seluruh pihak harus terus terjalin untuk menuntaskan isu perubahan iklim dunia.

“Pekerjaan kita di sini belum usai, namun harus terus mengalami improvement ke depan, bagaimana pentingnya untuk melanjutkan komitmen kita dengan aksi nyata,” pesan Basuki.

Sementara itu, Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon merasa kagum melihat Indonesia menggelar WWF Ke-10 2024 Bali. Perhelatan WWF Bali, diakui Loic, jauh lebih profesional dibanding penyelenggaraan WWF sebelumnya.

Dalam pidato penutupan, Loic menyatakan bahwa selama seminggu ini, Indonesia adalah ibu kota air dunia dan Bali sebagai pusat air dunia.

“Teman-teman Indonesia terima kasih telah mempersiapkan forum ini dengan baik dan penuh keramahan, terima kasih,” tutur Loic.

Dirinya menyampaikan harapan untuk rakyat Indonesia dan untuk seluruh dunia, yakni stabilitas, solidaritas, kemakmuran dan keamanan.

“Dengan stabilitas, solidaritas, kemakmuran dan saya juga akan menambahkan, keamanan, ini adalah harapan saya untuk seluruh rakyat Indonesia dan seluruh dunia. Terima kasih atas forum yang luar biasa ini dan jadilah pejuang air dunia seperti Indonesia,” tutup Loic.

Di akhir closing ceremony, ditandai dengan penyerahan tuan rumah World Water Forum Ke-11 pada 2027 mendatang kepada Arab Saudi.

Untuk diketahui, data terakhir menunjukkan bahwa event WWF ke-10 Bali memiliki peserta terbanyak. Selain itu penyelenggaraan event akbar ini jauh melebihi harapan para delegasi, sehingga mendapatkan banyak pujian.

Tercatat berbagai panel dalam diskusi telah diikuti sebanyak 50 ribu orang. Menurut Loic, WWF ke-10 di Bali juga menjadi penanda kejayaan diplomasi Indonesia.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PBB Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan bahwa pihak PBB mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam merumuskan deklarasi dan komitmen bersama mengatasi persoalan air dan sanitasi di WWF Ke-10.

“Atas nama PBB, saya ingin menyatakan penghargaan atas kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Pemerintah Indonesia dalam menyelenggarakan forum penting ini,” kata Armida.

WWF ke-10 di Bali, menghasilkan Deklarasi Menteri untuk memperkuat ketahanan air global. Deklarasi Menteri disahkan di akhir Pertemuan Tingkat Menteri WWF ke-10 yang dihadiri oleh 106 negara dan 27 organisasi Internasional. [-red]

Continue Reading

Nasional

WWF ke-10 Bali : Indonesia Rangkul Dunia Wujudkan Keamanan Air Bersama

Published

on

By

Bali – World Water Forum (WWF) ke-10 di Nusa Dua Bali, Indonesia merangkul negara-negara berkolaborasi dalam membagi inovasi dan mendapatkan solusi konkret mewujudkan keamanan air bagi dunia.

Gelaran World Water Forum (WWF) ke-10 mencapai keberhasilan sesuai dengan yang diharapkan. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengapresiasi pelaksanaan World Water Forum (Forum Air Dunia/WWF) ke-10 di Nusa Dua, Bali, sebagai upaya menyusun strategi menangani masalah air dan mewujudkan keamanan air bagi dunia.

Ia mengingatkan bahwa investasi terhadap air merupakan investasi untuk melindungi pembangunan dan kesehatan manusia.

“Emas biru, begitu julukannya, selalu menjadi sumber daya utama dan bernilai simbolis tinggi bagi semua orang, dan akses air menjadi salah satu faktor independensi dan inter-independensi antar bangsa,” katanya melalui siaran daring.

Macron menambahkan bahwa Forum WWF ini semakin mendesak karena komunitas global saat ini harus merespons tantangan akibat dampak perubahan iklim terhadap siklus air yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia.

“Terlebih, dalam sembilan dari 10 kasus, air menjadi inti atas tantangan beradaptasi terhadap perubahan iklim,” ucap.

Menurutnya, Bali sebagai tempat berlangsungnya pertemuan yang disebutnya “menginspirasi gerakan internasional”, seperti yang terjadi saat KTT G20 pada 2022, di mana Prancis menjadi salah satu anggotanya.

Sebelumnya, di tingkat parlemen, kaukus parlemen menjadi forum yang mempercepat hadirnya solusi terhadap persoalan air, termasuk akses terhadap air bersih.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan, Kaukus ini sebenarnya sama tujuannya yakni menggerakkan semua anggota parlemen mengawal isu air.

Sidang pleno Parliamentary Meeting bertema “Water Diplomacy, Cooperation, and Science for Peace”. Putu tampil sebagai pembicara bersama Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB, Armida Alisjahbana; Presiden Club de Madrid, Danilo Turk; Wakil Presiden Asosiasi Hidrogeolog Australasia-Pasifik dan Pasifik, Sarah Bourke; serta Anggota Majelis Nasional Pantai Gading, Euphrasie Liliane-Chantal Yameogo.

Kaukus parlemen ini dapat dipraktikkan di negara-negara peserta The 10th World Water Forum,” kata Putu Supadma.

Di Indonesia, Putu menjadi inisiator pembentukan Water Caucus secara simbolis di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta. Bahkan Putu yang juga anggota Biro Komite Inter-Parliamentary Union (IPU) akan mendorong terbentuknya kaukus di kalangan anggota IPU dari 190 negara.

“Kaukus parlemen ini bisa mengakselerasi agenda air dunia,” kata Putu.

Parliamentary Meeting merupakan bagian dari sesi politik World Water Forum ke-10 yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali dengan tema besar Air untuk Kesejahteraan Bersama atau Water for Shared Prosperity. Adapun tema Parliamentary Meeting adalah ‘Mobilizing Parliamentary Action on Water for Shared Prosperity’

Sebuah deklarasi tingkat menteri juga berhasil disahkan dalam forum tersebut. Usulan Indonesia yang tercakup dalam deklarasi itu adalah pendirian Pusat Keunggulan untuk Ketahanan Air dan Iklim, penetapan Hari Danau Sedunia melalui resolusi PBB, dan pengarusutamaan isu pengelolaan air untuk negara-negara berkembang di pulau-pulau kecil.

Selain itu, kompendium aksi konkret yang mencakup 113 proyek di sektor air dan sanitasi senilai Rp148,94 triliun turut disahkan dalam WWF ke-10. [-red]

Continue Reading

Trending