Connect with us

Nasional

Puncak Acara Peringatan HUT Ke-62 Kostrad Dihadiri Sesepuh Kostrad

Published

on

Jakarta. Panglima Kostrad Letnan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. memimpin syukuran peringatan HUT Ke-62 Kostrad tahun 2023, dilaksanakan secara serentak dan sederhana melalui Video Conference yang diikuti oleh seluruh jajaran Divif 1, 2 dan 3 Kostrad serta satuan yang melaksanakan penugasan, bertempat di Lapangan Upacara, Markas Kostrad, Gambir. Jakarta Pusat. Senin (6/3/2023).

Kegiatan diawali dengan pemutaran video lintas sejarah Kostrad dilanjutkan dengan sambutan kehormatan dari Pangkostrad ke-19 Letnan Jenderal TNI (Purn.) Tarub selaku sesepuh Kostrad yang hadir pada acara ini.

Letjen TNI (Purn.) Tarub mewakili sesepuh, menyampaikan, bahwa perkembangan Kostrad sangat luar biasa, saya bangga pernah menjadi anggota Kostrad dan masih bisa berkumpul dengan prajurit Kostrad. Prajurit Kostrad agar tetap semangat dalam pengabdian kepeda bangsa, negara dan selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pengalaman itu guru terbaik, banyak pengalaman yang dapat diambil agar bisa sukses di kemudian hari. Sukses itu tidak gratis, tapi harus kerja keras, berinovasi, kreativitas dan harus kuat dimanapun berada,” ujar Letjen TNI (Purn.) Tarub.

“Kostrad harus jadi panutan dan pengaman bangsa Indonesia, karena saat ini Kostrad merupakan satuan elit terbesar yang dimiliki TNI,” tambah Letjen TNI (Purn.) Tarub.

Letjen TNI (Purn.) Tarub juga berpesan kepada para pemimpin Kostrad untuk selalu mempedomani 11 asas kepemimpinan, salah satunya yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo artinya menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi anak buahnya seperti salah satu contoh jika dalam berperang maka pemimpin harus hadir berjuang bersama-sama.

Kasad Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Kasad hadir, mantan Panglima TNI hadir, mantan Kasad hadir, sesepuh Kostrad hadir dalam peringatan HUT ke-62 Kostrad merupakan wujud kecintaan dan penghormatan kepada Kostrad.

“Saya ucapkan selamat HUT ke-62 Kostrad, Kostrad Luar Biasa,” ucap Kasad.

Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, mengucapkan terima kasih kepada Letnan Jenderal TNI (Purn.) Tarub dan sesepuh Kostrad atas sambutan dan motivasi yang diberikan untuk Prajurit Kostrad, dimana di umur yang tidak muda lagi beliau masih bisa memberikan saran yang terbaik untuk kemajuan satuan Kostrad.

Kasad juga berpesan kepada Prajurit Kostrad yang sedang melaksanakan penugasan di Papua agar bertindak tegas kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), tetapi tetap melakukan pendekatan teritorial terhadap masyarakat. “Kalau untuk keamanan negara, segera ambil keputusan dan lakukan tindakan,” ujar kasad.

“Satu lagi yang tidak kalah penting yaitu dengan adanya program Babinsa masuk dapur, jangan sampai ada lagi masyarakat yang kelaparan. Berbuat baik dengan tulus iklas kepada siapapun, banyak memberi dan banyak bersedekah. Banyak bersyukur dengan apa yang sudah digariskan tuhan kepada kita. Saya bangga kepada prajurit Kostrad. Kostrad Luar biasa,” pungkas Kasad.

Sementara itu, dalam sambutannya Pangkostrad mengucapkan selamat datang dan bangga kepada sesepuh Kostrad yang sudah hadir dalam kegiatan Syukuran Peringatan HUT ke-62 Kostrad.

Pangkostrad menjelaskan jika acara peringatan HUT Ke-62 Kostrad ini mengambil tema “Disiplin, Militan, Profesional dan Dicintai Rakyat”.

“Tema ini secara tidak langsung merefleksikan niat, tekad dan semangat seluruh prajurit Kostrad untuk berbuat dan bekerja dengan lebih keras, lebih cerdas dilandasi dengan keikhlasan sehingga prajurit Kostrad menjadi profesional dalam melaksanakan tugas pokok, terlatih dalam kemampuan dan keterampilan prajurit serta semakin dicintai rakyat karena keberadaannya yang selalu memberi solusi terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat,” ujar Pangkostrad.

“Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-62 Kostrad, telah dilaksanakan beberapa rangkaian kegiatan, di antaranya : berbagai perlombaan, olah raga bersama, karya bakti pembersihan tempat ibadah dan fasilitas umum, renovasi RTLH veteran / purnawirawan, serta kegiatan bakti sosial tersebar berupa donor darah, pembagian sembako, pengobatan massal, ziarah TMP Kali Bata, doa bersama dan diakhiri dengan acara Syukuran,” pungkas Pangkostrad.

Puncak acara dalam kegiatan ini adalah dilaksanakan pemotongan tumpeng oleh Pangkostrad didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad, Ibu Uli Simanjuntak dan diberikan kepada Prajurit Kostrad yang berprestasi diantaranya :

1. Lettu Inf Jawad Yodi Apria, S. Tr. (Han) (Yon Satria Sandi Yudha Kostrad) berhasil mendapatkan 1 pucuk senjata M16.

2. Aerka Jhoni Tanan (Yon Satria Sandi Yudha Kostrad) berhasil mendapatkan 1 pucuk senjata M16.

3. Serka Guntur Wicaksono ( Infolahta Kostrad) juara 1 TNI/Polri Kumite 84 Kg Putra kejuaraan Nasional Karate Kasasi Cup Tahun 2023.

4. Koptu Irpan (Denma Kostrad) Mendapatkan penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta atas budidaya Magot.

5. Praka Rifki (Yonzipur 9 Kostrad) Juara 1 Marathon 42 Km Mybank Marathon Internasional Tahun 2022 di Bali.

Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab melalui Video Conference antara Pangkostrad dengan satuan jajaran baik yang sedang melaksanakan tugas dan acara foto bersama serta ramah tamah dengan menyaksikan penampilan tarian perang dari personel dan Persit Divif 1 Kostrad, diantaranya : tarian Papua dari Yonif PR 328, tarian Dayak dari Yonkav 1, dan tarian piring dari Yonarhanud 1 Kostrad.

Acara syukuran ini dihadiri para Pejabat Pangkostrad dan Kaskostrad di masanya, antara lain Letnan Jenderal TNI (Purn.) Tarub, Jenderal TNI (Purn.) Wiranto, Letnan Jenderal TNI (Purn) Sugiono, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Jhony J. Lumintang, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Burhanuddin Amin, Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo, Jenderal TNI (Purn.) Mulyono, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Agus Kriswanto, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Besar Harto Karyawan, Mayjen TNI (Purn.) Kiflan Zein, Mayjen TNI (Purn.) Sang Nyoman Suwisma, Letjen TNI (Purn.) Sumarsono, Mayjen TNI (Purn.) Zahari Siregar, Mayjen TNI (Purn.) Meris Wiryadi, Mayjen TNI (Purn.) Bambang Taufik, Mayjen TNI (Purn.) Asril Tanjung, Mayjen TNI Ainurrahman dan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, S.I.P., Irkostrad Mayor Jenderal TNI Dian Sundiana, Wair Kostrad, Kapoksahli Pangkostrad, Asren Kostrad, para Asisten Kaskostrad, Para Kabalak Kostrad, serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad beserta Wakil Ketua dan para pengurus. (Penkostrad).

Autentikasi
Kapen Kostrad, Kolonel Inf Agus Soeprianto, S.I.P.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nasional

PT KAI Daop 1 Jakarta Siap Lakukan Eksekusi Gedung Eks. Hotel Pecenongan City

Published

on

By

Fokusindonesia.com, Jakarta – Dalam rangka menyelamatkan asset negara yang telah dikuasakan kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam hal ini PT KAI Daop 1 Jakarta untuk melakukan pengelolaan, bersama-sama Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, PT KAI Daop 1 Jakarta, pada hari Senin tanggal 4 Maret 2024 telah melaksanakan penandatanganan Berita Acara Eksekusi Pembongkaran dan Penyerahan Nomor 11/2022Del Jo.18/Pdt/Eks/2022/Put/PN Bdg Jo Nomor: 417/Pdt.G/2017/PN.Bdg Jo. Nomor: 209/PDT/2019/PT.Bdg Jo Nomor: 2719K/Pdt/2021 dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kepada Kuasa Hukum PT KAI (Persero) atas nama M. Yunan Lubis, SH., MH, atas Obyek Eksekusi lahan milik PT KAI (Persero) di Jl Cylon No. 19 Pecenongan Jakarta Pusat seluas 596 M2.

Manager Humas Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko menjelaskan bahwa, pada tanggal 18 Desember 1984 Sultan Bin Ali Faris melakukan pemutusan sepihak kontrak sewa dengan PT KAI (Persero) dan mensertifikatan sebagian tanah tersebut seluas 596 m2 tanpa sepengetahuan PT KAI (Persero) sehingga terbit SHGB No. 1285 s/d No. 1293 tanggal 29 Oktober 1985 a.n Sultan Bin Ali Faris berlaku s/d 30 Tahun dan selanjutnya dijual kepada PT Hotel Pecenongan City.

Pada tahun 2014, PT Hotel Pecenongan City mengajukan perpanjangan SHGB No. 1285 s/d No. 1293 ke BPN Jakarta Pusat, permohonan tersebut ditolak karena adanya pemblokiran yang dilakukan PT KAI (Persero) .
Selanjutnya berdasarkan Surat Penolakan perpanjangan SHGB tersebut, PT Hotel Pecenongan City mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Bandung sampai dengan tingkat Kasasi di Mahkamah Agung dengan nomor perkara: 417/Pdt.G/2017/PN.Bdg Jo. Nomor: 209/PDT/2019/PT.Bdg Jo Nomor: 2719K/Pdt/2021.

“Atas gugatan yang diajukan PT Hotel Pecenongan City, PT KAI (Persero) memenangkan sampai dengan tingkat kasasi dan telah dilakukan penetapan eksekusi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 28 November 2022 dengan nomor: 11/2022.Del jo. 18/Pdt/Eks/2022/Put/PN.Bdg jo. Nomor: 417/Pdt.G/2017/PN.Bdg jo. Nomor: 209/PDT/2019/PT.Bdg jo Nomor: 2719k/Pdt/2021,” kata Ixfan.

“Selanjutnya setelah pembacaan amar eksekusi diatas lahan yang menjadi objek, PT KAI Daop 1 Jakarta dapat melakukan pembongkaran dan memanfaatkan penggunaan lahan tersebut untuk kepentingan Perusahaan,” pungkas Ixfan.

Salam,
Kahumas Daop 1 Jakarta
Ixfan Hendriwintoko

Continue Reading

Hukum

Rektor UP Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Kuasa Hukum : Kental Dengan Politisasi

Published

on

By

Rektor Universitas Pancasila nonaktif Prof Edie Teot Hendratno alias ETH didampingi kuasa hukum saat mememuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya .

JAKARTA, Rektor Universitas Pancasila (UP) nonaktif Prof Edie Teot Hendratno alias ETH memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.

Pantauan awak media , Prof ETH didampingi kuasa hukum Faizal Hafied mendatangi gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.00 WIB untuk memenuhi panggilan penyidik dalam rangka pemeriksaan laporan korban pelecehan seksual.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Prof ETH keluar dari gedung dan langsung menemui para wartawan yang sudah menunggu lama di luar.

“Pertama hari ini tidak menanggapi hasil soal pemeriksaan, tapi mau mengucapkan rasa terima kasih dulu karena anda (wartawan-red) menunggu lama. Alhamdullilah tadi wawancara berjalan dengan lancar,” ujar ETH didampingi kuasa hukum di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (29/2/2024).

Prof ETH menuturkan proses hukum memang seperti ini jadi tidak ada yang luar biasa. “Saya senang karena bisa mengungkapkan yang sebenarnya. Tapi selanjutnya karena kami punya penasehat hukum biar beliau yang cerita,” tukasnya.

Terpisah kuasa hukum Prof ETH, Faizal Hafied mengatakan kliennya merupakan rektor berprestasi. Dugaan pelecehan seksual itu diduga karena adanya proses pemilihan rektor pada bulan Maret.

“Yang kita sampaikan sekarang beliau rektor berprestasi dan diakui sehingga kami yakini bahwa tidak akan ada LP yang dilayangkan apabila tidak ada proses pemilihan rektor. Jadi ini kental sekali politisasi pada saat bersamaan dengan pemilihan rektor karena satu sisi beliau ini kandidat yang akan bakal dicalonkan kembali,” ujar Faizal.

Faizal mengklarifikasi bahwa semua informasi yang beredar adalah berita yang tidak tepat dan akurat. Berita yang menyesatkan dan merupakan pembunuhan karakter kliennya.

“Dimana diketahui beliau ini merupakan rektor berprestasi, sangat baik, dan akan disiapkan terus melanjutkan kepemimpinannya di Universitas Pancasila melaksanakan hal-hal baik. Namun karena ada proses pemilihan ini ada laporan-laporan terhadap beliau yang ingin disampaikan,” bebernya.

Faizal meminta agar pelapor dapat sadar karena kejadian lama dan jangan sampai menjadi proses politis berkaitan dengan pemilihan rektor.

: Jika seandai tidak ada pemilihan rektor pada Maret ini maka diyakini tidak ada laporan polisi terhadap klien kami,” tutupnya.

“Jadi penegasan kami ini berupa politisasi mendekati pemilihan rektor. Artinya kejadian ini dituduhkan bahwa kejelasan keterangan dan sebagai macamnya bahwa itu hanya asumsi orang-orang pribadi, tidak ada bukti sama sekali.”

Sebelumnya, polisi menjadwalkan pemanggilan Rektor Universitas Pancasila (UP), ETH atas dugaan laporan pelecehan seksual terhadap pegawainya pada Senin (26/2/2024), namun berhalangan hadir. ( Red )

Continue Reading

Hukum

Tuduhan Tindak Pelecehan Seksual terhadap Rektor UP Bentuk Kriminalisasi dan Sarat Kepentingan Politik

Published

on

By

JAKARTA – Tuduhan dugaan tindakan pelecehan seksual terhadap Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Edie Toet Hendratno, S.H., M.Si., FCBArb, adalah bentuk kriminalisasi dan dinilai penuh dengan nuansa politis. Pasalnya, tuduhan tersebut tidak dilandasi bukti hukum yang memadai dan diorkestrasi pada saat menjelang pemilihan Rektor Universitas Pancasila periode 2024 – 2028.

Kuasa hukum Rektor Edie, Dr. Faizal Hafied, S.H., M.H., menegaskan bahwa tuduhan yang dilayangkan oleh dua pelapor, DF dan RZ, sangat tidak masuk akal jika ditinjau dari aspek bukti dan kronologi. Dari aspek bukti, laporan tersebut tidak dilengkapi oleh bukti – bukti yang cukup. Sedangkan dari aspek kronologi, klaim pelapor bahwa kejadian tersebut terjadi pada Desember 2022 dan Februari 2023 sangat jauh jaraknya dengan waktu laporan dibuat.

“Seharusnya, jika benar kejadian pelecehan seksual itu ada, tidak harus menunggu sekitar satu tahun baru laporan tersebut dibuat. Tentu dapat kita duga ada motif lain yang tujuannya adalah menjatuhkan harkat dan martabat klien kami,” kata Faizal dalam keterangan tertulisnya Rabu (28/02/2024).

Terlebih lagi, ada kisah yang sulit diterima akal sehat yang dibuat oleh salah satu pelapor yang mengaku mengalami trauma berat dan berimbas pada hubungan rumah tangga, yang membuat suaminya mendesak agar sang istri mau bercerita kejadian tersebut. “Pelapor mengaku mengalami trauma berat, namun masih bisa menjalani aktivitas pekerjaan di kampus dengan kondisi normal. Dan, apa mungkin proses desak-mendesak oleh suaminya membutuhkan waktu satu tahun agar sang istri mau bercerita? Sangat tidak masuk akal,” lanjutnya.

Jadi, menurut Faizal, apa yang sedang terjadi dan berbagai berita hoaks yang beredar adalah murni bentuk kriminalisasi terhadap Prof. Edie untuk menjegal Rektor berprestasi ini melanjutkan kepemimpinannya yang sangat baik.

“Saya sangat menyayangkan, kepentingan politik dari oknum tertentu yang ingin berkuasa dan tidak senang dengan kepemimpinan yang baik dan prestasi gemilang Rektor Edie, sampai harus mengkriminalisasi klien kami,” tegas Faizal.

Faizal menegaskan, pihaknya akan menghormati dan menjalani semua proses hukum yang telah diatur dalam Undang-undang, namun, juga akan berupaya memulihkan nama baik kliennya yang telah tercoreng oleh isu fitnah yang telah disebar menjelang pemilihan Rektor Universitas Pancasila. Oleh karena itu, Faizal menegaskan akan melaporkan balik pihak – pihak yang telah menuduh kliennya, yang telah membunuh karakter dan menghalangi kepemimpinan berprestasi Rektor Edie.

“Kami akan mendampingi klien kami untuk menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, sekaligus melaporkan balik pihak – pihak yang sudah merusak nama baik klien Kami,” pungkasnya. ( Red )

Continue Reading

Trending